196 Lulusan STIKES HI Jambi Diyudisium

196 Lulusan STIKES HI Jambi Diyudisium

196 Lulusan STIKES HI Jambi Diyudisium

196 Lulusan STIKES HI Jambi Diyudisium

196 Lulusan STIKES HI Jambi Diyudisium

Politeknik Jambi sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi di Provinsi Jambi memiliki concern yang tinggi

dalam meningkatkan implementasi teknologi tepat guna di masyarakat pelaku usaha.

Dalam hal ini adalah masyarakat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berada di desaTangkit Baru Kabupaten Muaro Jambi.

Sebagai program yang sejalan dengan tridarma perguruan tinggi, maka program pengabdian masyarakat ini didukung oleh Kementerian Riset Dan Teknologi melalui dana hibah DRPM (Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat) untuk implementasi 2019.

Pelaku UMKM Desa Tangkit Baru Kabupaten Muaro Jambi mendapat pelatihan penggunaan alat pengaduk dodol nanas dari Politeknik Jambi

Menurut Saleh Yaakub, selaku ketua pengusul, kegiatan ini tidak hanya merupakan kegiatan hibah,

melainkan juga program pendampingan bagi masyarakat pelaku usaha. Dalam hal ini masyarakat Desa Tangkit Baru Kabupaten Muaro Jambi. Dimana Tangkit ini merupakan pusat budidaya nanas, dan pemasok sebagian besar buah nanas di Provinsi Jambi.

“Setiap petani mampu menghasilkan setidaknya 100 buah nanas per hari, kecuali menjelang hari raya yang dapat mencapai lebih dari 300 buah nanas,” tambah Ambo.

Hal ini menjadi suatu permasalahan tersendiri, dikarenakan jumlah yang sedemikian banyak tidak dapat terserap pasar seluruhnya.

Sebagai solusi buah yang terlalu matang diolah menjadi produk olahan nanas, seperti dodol maupun selai nanas. Dengan cara pengolahan yang masih tradisional, masyarakat hanya dapat memproduksi dalam jumlah yang sedikit, terlebih produksi hanya berjalan jika terdapat pesanan saja.

Dari sisi pelaku usaha yang sama, seperti dodol nanas Tulimario, cukup tertarik dengan inovasi alat

yang dimiliki tim Politeknik Jambi.

Penggunaan kombinasi motor ber watt rendah dan gearbox merupakan hal baru baginya dan dianggap mampu menekan biaya produksi. Terlebih penggunaan kompor gas sebagai pemasak juga dianggap mampu meng upgrade alatnya saat ini yang masih menggunakan tungku kayu bakar permanen.

“Meskipun mungkin penggunaan kayu bakar dapat memberikan cita rasa tersendiri yang berbeda, namun penggunaan kompor gas dianggap mampu memberikan panas yang lebih stabil sehingga waktu pengadukan lebih efisien,” papar Sepriyanto selaku anggota pelaksana PKM.

Dari percobaan yang dilakukan, untuk memproduksi dodol nanas dengan alat ini mampu menurunkan waktu pengadukan sampai 8,3 ?ngan konsumsi gas yang relative hemat, yakni sekitar 1 kg untuk setiap produksi dengan 20 kg nanas.

“Dengan adanya alat ini diharapkan perekonomian masyarakat Tangkit Baru dapat meningkat, seraya bertumbuhnya pula UMKM baru di Provinsi Jambi tercinta ini,” tutur Maizal sebagai anggota pelaksana PKM dari Prodi Teknik Elektronika.

Untuk program selanjutnya, tim PKM dari Politeknik Jambi juga akan melakukan pendampingan, yakni membantu pendaftaran perizinan P-IRT, pengemasan, maupun marketing. Dengan program ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada pelaku usaha lainnya untuk terus menjalankan usahanya, mengkreasikan produk, sehingga implementasi teknologi dalam UMKM dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/eWrnSal9172