5.448 Siswa SMK Di Maluku Ikut UN

5.448 Siswa SMK Di Maluku Ikut UN

5.448 Siswa SMK Di Maluku Ikut UN

5.448 Siswa SMK Di Maluku Ikut UN

Sebanyak 5.448 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Maluku yang mengikuti Ujian Nasional baik

yang berbasis komputer maupun yang berbasis kertas atau manual, harus jujur sehingga menghasilkan generasi muda yang berkualitas.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Hamin Bin Thahir, SE saat membuka Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 1 Karang Panjang Ambon, Senin (3/4/2017).

Di SMKN 1 Ambon sebanyak 269 siswa yang mengikuti UNBK yang terbagi di tiga ruangan.

Mereka akan mengikuti UNBK mata pelajaran Bahasa Indonesia hari Senin 3 April, Matematika hari Selasa 4 April, Bahasa Inggris hari Rabu 5 April dan hari Kamis 6 April 2017 ujian mata pelajaran Kejuruan.

Sekda berharap, tidak terjadi pemadaman listrik oleh PLN saat peserta ujian bekerja, karena sudak dikoordinasikan lebih awal dengan pihak PLN.

Ketua Panitia UN SMA/SMK Provinsi Maluku Drs. Nus Kesauliya, M.Pd mengatakan, untuk SMK seluruh Maluku hanya dua kabupaten yang tidak mengikuti Ujian Nasional berbasis kertas yakni Kabupaten Maluku Tenggara, dan Kabupaten Kepulauan Aru, sementara untuk kabupaten lain masih ada yang mengikuti ujian berbasis kertas.

Menurutnya, jumlah peserta UNBK SMK di Maluku sebanyak 3.206 siswa dari 35 sekolah se-Maluku

, sementara jumlah peserta UN berbasis kertas 2.242 siswa dari 68 sekolah sehingga totalnya adalah 5.448 Siswa yang mengikuti ujian baik UNBK maupun UN.

Ada dua petugas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ditugaskan untuk memantau pelaksanaan Ujian Nasional di Maluku, sehingga diharapkan tingkat ketuntasan siswa tahun ini akan lebih meningkat dari tahun sebelumnya.

“Dalam tiga tahun terakhir ini sudah tidak dipakai kelulusan tetapi ketuntasan, sehingga mereka yang tidak tuntas masih diberikan kesempatan untuk menuntaskan mata pelajaran mereka,”katanya.

Tahun lalu, kurang lebih setengah dari peserta ujian SMK dan SMA hasilnya tidak tuntas, oleh sebab itu ketuntasan peserta ujian tahun ini haruslah meningkat.

Kesauliya mencontohkan, tahun kemarin untuk SMK ada 4000 peserta UN yang tidak tuntas mencapai 2000 lebih, termasuk juga SMA peserta UN 20 ribu yang tuntas hanya 10 ribu, sehingga diharapkan tahun ini bisa meningkat.(TM04)

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/sejarah-jokowi/