5 Cara Memasak Sayur Agar Gizi Tidak Hilang, Apasaja?

5 Cara Memasak Sayur Agar Gizi Tidak Hilang, Apasaja? – Sayur merupakan galat satu sumber kuliner yg kaya vitamin dan mineral. Namun, mengolah sayur dengan cara yg salah mampu mengurangi nilai gizinya.

Pemanasan saat mengolah sayur bisa mengurangi kadar vitamin dan mineral pada dalamnya sebanyak 15-20 %. Hal tadi terutama terjadi pada sayur yg mengandung vitamin larut air, misalnya vitamin B & C, serta asam folat dan kalium.

Namun, ada jua jenis sayur yg kandungan gizinya sebagai lebih baik dan lebih mudah diserap ke dalam tubuh berkat adanya proses pemanasan. Seperti tomat & wartel.

Besaran efek pemanasan terhadap kandungan zat gizi pada sayur sesungguhnya ditentukan sang metode yang Anda pilih. Secara generik, ada lima cara memasak sayur yang bisa dilakukan.

Menggunakan microwave

Memasak sayur menggunakan microwave hanya memerlukan sedikit air atau bahkan tak perlu sama sekali. Metode ini dapat “menghangatkan” sayur dengan cepat, sebagai akibatnya bisa mempertahankan kadar vitamin C dan fitonutrien lain yg mudah terurai jika terpapar panas.

Contoh sayuran yang nir poly kehilangan kandungan gizi apabila dimasak dengan microwave merupakan zukini & kacang-kacangan. Sebaliknya, bunga kol akan kehilangan banyak zat gizi apabila diolah dengan memanaskannya menggunakan microwave.

Kukus

Mengukus adalah salah satu cara terbaik mengolah sayuran. Ini karena mengukus menggunakan suhu tinggi pada waktu singkat dan jumlah air yg sedikit. Ketimbang mengungkep, metode ini dipercaya lebih baik lantaran sayuran tidak bersentuhan langsung menggunakan air yang mendidih. Dengan demikian, zat gizi yg ada dalam sayuran nir banyak yang hilang.

Menurut penelitian, brokoli merupakan salah satu jenis sayur yg paling baik buat dikukus. Hasil studi dalam 2009 menemukan bahwa brokoli yang dikukus memiliki kandungan zat gizi yg lebih tinggi dibandingkan dengan yang direbus, dipanaskan menggunakan microwave, ditumis, atau metode kombinasi tumis & kukus.

Rebus

Merebus sayuran?bukan untuk dijadikan sup?menyebabkan vitamin-vitamin larut air misalnya asam folat, vitamin B1 dan C luluh ke pada air rebusan dan akhirnya terbuang.

Untungnya, hal tersebut nir berlaku buat wortel. Baik mengukus juga mengungkep bisa menaikkan kadar prekursor vitamin A (beta karoten) dalam wortel jika dimasak secara utuh. Jika dipotong-potong terlebih dulu, zat gizi pada dalam wortel akan hilang hingga 25 %, bahkan sebelum dimasak.

Tumis

Menggoreng akan menambahkan lemak ke pada kuliner. Sebaliknya, menumis sangat baik buat berbagai kuliner, terlebih jika memakai minyak sehat misalnya minyak zaitun.

Faktanya, menumis menggunakan minyak zaitun tidak hanya memberikan rasa dan aroma spesial , tapi jua menaikkan penyerapan vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, & K.

Panggang tanpa arang

Ini adalah metode memanggang makanan di atas wajan (griddling) atau pada pada panggang (baking atau roasting). Anda bisa menambahkan sedikit minyak zaitun supaya masakan semakin beraroma & menyehatkan.

Metode memanggang tanpa arang paling baik untuk sayuran misalnya asparagus, bayam, bawang bombay, buncis, brokoli, seledri, tomat, & terung. Setelah dipanggang, penyerapan antioksidan & vitamin menurut berbagai sayuran tadi umumnya menjadi lebih tinggi. Untuk ini, Anda wajib memakai durasi dan suhu pemanasan yg sempurna.

Adanya informasi ini memperlihatkan bahwa tiap jenis sayur mempunyai teknik pengolahan yg berbeda. Akan tetapi, secara umum, mengukus atau menggunakan microwave dengan sedikit air merupakan cara paling baik buat mengolah berbagai jenis sayuran atau makanan lain, lantaran nir menyebabkan banyak zat gizi yang hilang.

Baca Juga: