ANALISIS DATA PENELITIAN

ANALISIS DATA PENELITIAN

ANALISIS DATA PENELITIAN

ANALISIS DATA PENELITIAN

ANALISIS DATA PENELITIAN

Untuk menjawab tujuan penelitian yang ingin dicapai dilakukan analisis data
dengan menggunakan program SPSS . Langkah-langkah analisis data dilakukan
secara bertahap, yaitu analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat.

Analisis Univariat

Analisis univariat dilakukan untuk memperoleh gambaran setiap variabel, distribusi frekuensi berbagai variabel yang diteliti baik variabel dependen maupun variabel independen. Dengan melihat distribusi frekuensi dapat diketahui deskripsi masing-masing variabel dalam penelitian .

Analisis Bivariat

Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel independen (katagorik) dengan variabel independen (katagorik) dapat digunakan Uji Kai Kuadrat aatau Chi Square.

Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan variabel independen (numerik) dengan variabel dependen (katagorik) dapat digunakan uji T atau Uji Mann-Whitney U. Untuk menentukan kemaknaan hasil perhitungan statistik digunakan batas kemaknaan 0,05. Dengan demikian jika p value < 0,05 maka hasil perhitungan secara statistik bermakna dan jika p ≥ 0,05 maka hasil perhitungan statistik tidak bermakna. Untuk mengetahui besar/kekuatan hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen digunakan Prevalence Ratio (PR) atau OR (odd ratio) dengan 95% CI (Confidence Interval).

Uji Chi Square
Untuk menguji hipotesis hubungan variabel independen (kategorik) dengan
variabel dependen (kategorik) menggunakan uji Chi Square. Proses pengujian Chi
Square adalah membandingkan frekuensi yang terjadi (observasi) dengan frekuensi harapan (ekspektasi). Bila nilai frekuensi observasi dengan nilai frekuensi harapan sama, maka dikatakan tidak ada perbedaan yang bermakna (signifikan). Sebaliknya bila nilai frekuensi harapan berbeda, maka dikatakan ada perbedaan yang bermakna.

Uji Chi Square sangat baik digunakan untuk tabel dengan derajat kebebasan
(df) yang besar. Bila tabel yang digunakan 2 x 2 dan tidak ada nilai E < 5, maka uji
yang dipakai sebaiknya Continuity Correction. Sedangkan bila tabel 2 x 2 dijumpai nilai E < 5, maka uji yang dipakai adalah Fisher Exact Test              (Hastono, 2007).
Keputusan yang diambil dari hasil Chi Square adalah:
a. Bila nilai p < α, Ho ditolak, berarti data sampel mendukung adanya perbedaan
yang bermakna (signifikan)
b. Bila nilai p ≥ α, Ho gagal di tolak, berarti data sampel tidak mendukung adanya perbedaan yang bermakna (tidak signifikan)
Hasil uji Chi Square hanya dapat menyimpulkan ada/tidaknya perbedaan proporsi antar kelompok atau dengan kata lain hanya dapat menyimpulkan
ada/tidaknya hubungan dua variabel kategorik. Dengan demikian uji Chi Square
tidak dapat menjelaskan derajat hubungan, dalam hal ini uji Chi Square tidak mengetahui kelompok mana yang memiliki risiko lebih besar dibandingkan kelompok lain (Hastono, 2007).

Baca Juga :