Apakah Mengajarkan Dua Bahasa Sedari Dini itu Baik?

Apakah Mengajarkan Dua Bahasa Sedari Dini itu Baik?

Smart Parents, apakah pernah terlintas di benak Anda untuk membesarkan anak sehingga bisa menguasai lebih dari satu bahasa? Tak bisa dipungkiri waktu ini fasih berbahasa Indonesia saja sudah tidak cukup, anak-anak dituntut untuk bisa bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Mulai dari untuk bersekolah, syarat melamar pekerjaan, syarat melanjutkan kuliah, sampai sebab tuntutan lingkungan yang banyak english-speaker. Tentu anak perlu dipersiapkan menghadapi perihal ini dari jauh hari. Well, mengantisipasi perihal selanjutnya anak bisa kami ajarkan bahasa asing sedari dini.

Ada banyak sekali perbedaan pendapat tentang apakah anak perlu diajarkan bahasa bilingual dari kecil atau tidak. Ada pendapat yang mengatakan bahwa sekiranya anak diajarkan bahasa bilingual dari kecil, anak bakal jadi bingung, tercampur-campur bahasanya, dan jadi terlambat bicara. Sedangkan tersedia yang mengatakan anak perlu diajarkan bahasa ke-2 dari kecil sehingga mereka jadi lebih fasih dan enteng memahaminya.

Hmmm, menentukan sudi mengajarkan dua bahasa terhadap anak atau tidak tentu kembali kembali terhadap ketentuan Smart Parents. Tapi sesungguhnya tidak tersedia salahnya kok untuk coba mengajarkan dua bahasa terhadap anak, sepanjang caranya benar dan tidak memaksakan. Kalau caranya benar, tentu perihal ini bakal berfaedah bagi jaman depannya.

1. Jangan pernah berpikir bahwa sudah terlambat untuk mengajarkan anak dua bahasa

Setiap otak manusia miliki sebuah perangkat bernama LAD, Language Acquisition Device yang bisa menyerap dan membedakan berbagai bahasa. Di kalangan bayi dan balita, kebolehan menyerapnya justru tengah tinggi-tingginya, atau yang biasa kami sebut bersama dengan golden momen (0-6 tahun), sehingga bakal lebih baik terkecuali anak dikenalkan dan dipaparkan berbagai bahasa yang tidak serupa terhadap umur tersebut.

Namun, bukan artinya terkecuali anak sudah lewat golden momen maka ia tidak bisa mempelajari bahasa asing. Memang lebih enteng untuk mempelajari bahasa asing terhadap waktu golden moment, tapi tiap-tiap anak selalu bisa mempelajari bahasa asing terhadap umur berapa pun.

2. Tentukan goals yang realistis bagi anak

Setiap bayi miliki perkembangan bahasa yang berbeda-beda. Perkembangan bahasa anak terhitung tergoda perkembangan biologisnya, sehingga sekiranya perkembangannya belum terhadap bagian tertentu, kebolehan bahasa terhitung tidak bisa dipaksakan. Perkembangan biologis ini perihal perkembangan fisiolosi layaknya lidah masih terlampau besar, laring masih terlampau tinggi, mulut masih kecil/sempit, dan lainnya.

3. Konsisten bersama dengan kiat yang digunakan

Tiap metode miliki berlebihan dan kekurangannya masing-masing, tapi kunci sehingga berhasil ialah konsistensi. Selain itu jangan menggabung-gabungkan dua bahasa di dalam satu kalimat bersama dengan sitematika yang salah, sekiranya menyebut bola besar jadi “bola big” sebab perihal ini bisa membawa dampak speech delay terhadap anak. Namun, Smart Parents terhitung perlu sensitif sekiranya kiat yang dilakukan dirasa tidak sesuai/cocok bersama dengan keluarga, dan jangan curiga untuk menggantinya bersama dengan kiat yang lebih sesuai.

4. Menirukan dan membetulkan kosakata anak

Saat anak menunjuk sesuatu, Anda perlu mengatakan dan mengatakan tentang nama benda yang dimaksud oleh anak. Jelaskan bersama dengan perlahan sehingga anak bisa memahami. Berikan koreksi kala anak salah pilih kata, atau menggunakan “bahasa yang salah”. Tentunya bersama dengan cara yang lembut, sekiranya kala melaksanakan komunikasi, sentuh muka anak sambil membetulkan perkataannya bersama dengan penuh kasih sayang.

5. Manfaatkan teknologi sebagai media belajar bagi anak

Anak belajar bahasa melalui pertalian bersama dengan manusia. Mereka belajar bahasa dari mendengar, melihat, dan menirukan orang-orang di sekitarnya. So, terkecuali mengidamkan anak bisa berbahasa bilingual, Smart Parents perlu memberi tambahan sebanyak-banyaknya pertalian terhadap anak menggunakan bahasa tersebut.

Selengkapnya : https://www.ruangguru.co.id/