Arti Nama Maluku

Arti Nama Maluku

Arti Nama Maluku

Arti Nama Maluku

Arti Nama Maluku

A. Maluku yang ditinjau dari sudut sejarah

Maluku dari Sudut Sejarah, Maluku pada zaman bahari hanya terbatas pada pulau-pulau di kawasan utara Maluku, yakni Ternate, Tidore, Makian, Moti, dan Bacan. Antonio Galvao yang menjabat sebagai Gubernur Portugis ke 7 di Maluku 1536-1640 menulis dalam Historia das Moluccas: Nama sebenarnya kepulauan Maluku terbatas pada pulau-pulau yang berada di bawah pemerintah dan raja-raja Maluku dan lebih khusus adalah Ternate, Tidore, Moti, Makian, Kayoa, Bacan, Labuha, yang sebelumnya bernama Gapi, Duko, Moti, Makian (Mara), Maligo, Seki, dan Kasiruta. Sementara itu P. H. Van der Kemp memiliki pendapat bahwa Maluku sebenarnya meliputi Ternate, Tidore, Bacan dan Halmahera (Jailolo). Pendapat serupa juga dikemukakan Naidah, penulis Hikayat Ternate: “Maluku artinya Ternate, Tidore, Jailolo dan Bacan.” Menurut hal tersebut disebabkan “ Maluku kie raha ma asal rimoi bato, ma-kabasaran se ma-istiadat rimoi bato.” (“Empat gunung Maluku sesungguhnya punya satu asal-usul, punya kemegahan dan budaya yang sama”).

B. Maluku yang ditinjau dari sudut perdagangan dan pelayaran

Maluku dari Sudut Perdagangan dan Pelayaran, adalah Traktat London 1824 perjanjian bilateral antara Inggris dan Belanda berikut pertukaran nota di antara kedua kerajaan Eropa ini berkenaan dengan traktat itu. Menurut traktat London yang termasuk daerah Maluku meliputi Sulawesi di belahan barat, Papua di belahan timur, Timor di belahan selatan, serta Kalimantan di belahan utara, termasuk pulau- pulau didalamnya untuk pelayaran dan perdagangan.(http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)

C. Maluku yang ditinjau dari sudut administrasi dan kelembagaan pemerintah

Maluku dari Sudut Administrasi dan Kelembagaan, dapat dikemukakan sebagai berikut ini;
a. Berdasarkan Traktat London pada 1824 administrasi pemerintahan Maluku meliputi: Beberapa pulau yang saat itu di kenal dengan nama Maluku pada masa- masa awal yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Halmahera/Jailolo, yang menurut Traktat London ini diperluas berdasarkan nota pemerintahan Belanda dan Kerajaan Inggris, yang meliputi Sulawesi di barat, Papua di timur, dan Timor di selatan.  Di tahap selanjutnya kepulauan Maluku hanya meliputi Ambon, Banda, Ternate, Tidore, Bacan, serta Manado dan semua daerah yang berada di bawah kekuasaannya, sesuai dengan Lembaga Negara pada tahun 1824 no. 9 a, 21 a, 26 a, & 28 a.
b. Di tahun 1840 pemerintahan Maluku hanya terdiri dari Kepulauan Ambon, kepulauan Belanda, dan Ternate, serta semua daerah yang berada di bawah kewenangan Ambon, Banda, dan Ternate. Sementara untuk Manado dikeluarkan dari pemerintahan Maluku, dan dijadikan Residensi tersendiri.