Banyak Tantangan di Dunia Pendidikan untuk Pemimpin Baru Jakarta

Banyak Tantangan di Dunia Pendidikan untuk Pemimpin Baru Jakarta

Banyak Tantangan di Dunia Pendidikan untuk Pemimpin Baru Jakarta

Banyak Tantangan di Dunia Pendidikan untuk Pemimpin Baru Jakarta

Pengamat Pendidikan Doni Koesoema menilai ada banyak tantangan di bidang pendidikan yang mesti dihadapi

pemimpin baru DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Mulai dari pembangunan infrastruktur pendidikan hingga peningkatan mutu pendidikan bagi peserta didik di DKI Jakarta.

“Masih ada pekerjaan rumah pembangunan sekolah yang belum selesai. Dari sisi penyediaan akses dan infrastruktur pendidikan pemerintah DKI masih banyak tugas,” kata Doni saat dihubungi JawaPos.com, Senin (16/10).

Kedua, kata Doni, DKI masih memiliki tantangan akses pendidikan bagi penduduk miskin. Terutama anak-anak dari para pekerja informal. Menurut Doni, masih banyak anak-anak mengamen, mengemis, dan keluyuran saat jam sekolah.

“Mereka ini mungkin bukan warga DKI, tapi pendatang. Namun, keberadaan mereka perlu diperhatikan agar DKI

menjadi kota yang ramah anak,” ujar Doni.

Ketiga, masalah mutu pendidikan di DKI Jakarta. Doni menuturkan, pendidikan di DKI Jakarta harus terbuka pada keragaman. Sebab, Kota Jakarta merupakan simbol keragaman bangsa.

“Bukan malah memaksakan kebijakan sekolah negeri dengan kecenderungan agama mayoritas, baik dari cara berpakaian maupun bersikap,” kata dia.

Dia menambahkan, para pendidik mesti mengajarkan kebinekaan sejak dini. Doni menilai, intoleransi di sekolah negeri cukup mengkhawatirkan.

 

“Ini menjadi tantangan pendidikan DKI nanti yang harus dibereskan oleh Anies-Sandi,” pungkasnya.

 

Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Uno merupakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022. Sore ini, keduanya dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta.

Anies-Sandi menggantikan Gubernur DKI Jakarta terdahulu Djarot Saiful Hidayat. Sebelum Djarot, DKI Jakarta dipimpin Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tugasnya mesti terhenti menyusul kasus dugaan penistaan agama.

 

Baca Juga :