Barang Impor Masuk Indonesia, Start Up, Inkubator dan Komunitas Saling Bertemu

Barang Impor Masuk Indonesia, Start Up, Inkubator dan Komunitas Saling Bertemu

Barang Impor Masuk Indonesia, Start Up, Inkubator dan Komunitas Saling Bertemu

Barang Impor Masuk Indonesia, Start Up, Inkubator dan Komunitas Saling Bertemu

Banyaknya inkubator dan Start-Up yang berjalan sendiri memunculkan satu bentuk terobosan

untuk membentuk suatu wadah yang dapat menampung potensi yang ada di Surabaya, Jawa Timur. Hal ini bertujuan agar Surabaya dapat memenangkan pertarungan dagang di dunia global. Terlebih sebentar lagi barang-barang impor akan mudah memasuki pasar nasional.

“Sehingga diharapkan Start-Up yang ada di Indonesia bisa bertahan dari serangan pasar global,” kata Kepala UPT Inkubator Industri ITS Ary Bachtiar ST MT PhD.

Ia menyampaikan itu saat acara gathering di Gedung Research Center ITS. Acara ini untuk

menjalin kolaborasi antar inkubator, komunitas dan start-up di Kota Surabaya.

“Kolaborasi ini tentunya bisa meningkatkan nilai jual dan ITS sebagai leader,” ungkap dosen Teknik Mesin ITS tersebut.

Kegiatan gathering yang dimotori ITS ini dapat menjadi media antar start-up untuk saling bersinergi. Hal itu karena sebagian besar Start-Up yang ada, tidak terbiasa bekerja secara berkelompok. Dengan adanya kegiatan ini, mereka dapat memadukan sumber daya yang ada, dapat dilakukan pembinaan bersama dengan berkolaborasi.

“Ini merupakan kegiatan baru yang patut diapresiasi, dan tentunya akan dilakukan secara berkala,

” jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya Agus Imam Sonhaji ST MMT.

Alumni Teknik Mesin ITS ini menambahkan, pemerintah akan berperan aktif dalam pengembangan Start-Up yag ada. Pemerintah akan menyediakan ruang untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait Start-Up binaan. Karena menurutnya, keberadaan Start-Up ini sebagai pengungkit perekonomian kota.

“Kami yang akan menjadi penyelenggara untuk acara selanjutnya dan akan dibahas pemetaan yang telah dilakukan,” tuturnya.

 

Baca Juga :