BI Medan Targetkan Aset Perbankan Syariah Lima Persen

BI Medan Targetkan Aset Perbankan Syariah Lima Persen

BI Medan Targetkan Aset Perbankan Syariah Lima Persen

BI Medan Targetkan Aset Perbankan Syariah Lima Persen

Pemimpin BI Medan, Romeo Rissal Panjialam dalam Kompas (5 Januari 2009) mengatakan, Bank Indonesia (BI) Medan menargetkan aset perbankan syariah pada 2009 bisa mencapai lima persen dari total aset keseluruhan perbankan di daerah itu. “Tahun ini hingga Oktober aset syariah sudah 2,57 persen atau atau sebesar Rp2,74 triliun dari total aset perbankan Sumut pada periode sama yang Rp106, 41 triliun. Aset bank syariah yang mencapai 2,57 persen itu pada Oktober 2008 sudah tumbuh besar dibandingkan aset perbankan syariah pada tahun 2007 yang masih 1, 23 persen. “Aset yang terus naik itu menunjukkan kepercayaan nasabah atas perbankan syariah semakin membaik. Selain aset, BI Medan berharap pembiayaan (kredit) dan dana pihak ketiga (DPK) juga terus naik.

Pembiayaan perbankan syariah per Oktober 2008 sudah mencapai Rp 3,10 triliun dari total kredit perbankan Sumut yang Rp 67,92 triliun. Sedangkan, dana pihak ketiga (DPK) Rp 1, 38 triliun dari total DPK perbankan yang sebesar Rp 82, 63 triliun. “Kalau ditanya mengapa BI Medan berharap banyak pada perkembangan perbankan syariah, itu karena bank-bank itu yang perduli dengan UMKM dan tidak membebani UMKM dengan berbagai persyaratan, meski kehati-hatian tetap dilakukan bank syarah itu. Dari jumlah pengusaha di Sumut, 80 persen merupakan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) dan pengusaha UMKM itu pula-lah yang terbukti kuat membantu perekonomian Sumut khususnya ketika terjadi krisis moneter tahun 1997/1998

Gubernur Sumut, H Syamsul Arifin, mengatakan, Pemprov Sumut mendukung penuh kegiatan Parade Ekonomi Syariah mengingat selama ini perbankan syariah juga fokus pada pembiayaan usaha mikro dan kecil yang menjadi penopang ekonomi daerah itu.
Pada tahun ini, ketika krisis global melanda, juga diharapkan UMKM menjadi penopang ekonomi Sumut sehingga kalau-pun terjadi gangguan pertumbuhan ekonomi tidak terlalu besar.

Sumber : https://uptodown.co.id/