Cara Memperbaiki Sifat Kekuatan Kayu

Cara Memperbaiki Sifat Kekuatan Kayu

 

Masing-masing kayu mempunyai ciri-ciri yang berbeda-beda baik itu sifat fisik, kimia, dan mekaniknya. Pada tiga sifat ini terbagi atas, berat jenis, kembang susut, kadar air, dan kekuatan mekanik.

Menurut Muin et al (2019) menyatakan bahwa kayu merupakan komponen polimer tiga dimensi dengan penyusun utama selulosa, hemiselulosa dan lignin. Ada beberapa perubahan kimia dalam polimer dinding sel kayu mengakibatkan perubahan sifat fisik dan mekanik kayu. Dimana sifat-sifat ini dapat bervariasi mulai dari yang sederhana berupa perubahan warna kayu sampai pada perubahan besar dalam hal-hal sifa modulus, kemampuan menahan beban maksimum, dan lain sebagainya.

Kekuatan kayu mempunyai fungsi sebagai penahan beban terhadap kayu itu, untuk mempertahankan atau memperbaiki sifat kekuatan kayu, ada beberapa cara yang dapat dipakai pada umumnya, sebagai berikut (Muin et al, 2019).

1. Pengeringan Kayu

Cara ini berbicara tentang kadar air kayu. Jika kadar air kayu berkurang maka kekuatan kayu akan meningkat. Hal ini terjadi akibat adanya perubahan dalam dinding sel, yaitu menjadi kompak. Sehingga dapat dikatakan bahwa peningkatan kekuatan kayu dapat melalui dengan mengurangi kadar air kayu melalui proses pengeringan.

2. Modifikasi Kimia Kayu

Cara ini mempunyai reaksi esterifikasi yang menggunakan pelarut asetat anhidrid dikenal sebagai proses asetilasi, akibat dalam proses tersebut menghasilkan asam asetat sebagai produk sampingnya. Untuk meningkatkan kekuatan kayu melalui cara ini membutuhkan reaksi dengan fosforamid yang dihasilkan secara in situ melalui reaksi fosfor pentoksida dengan amina (butylamine) tahan terhadap degradasi jamur dan panas.

3. Pemadatan atau Densifikasi Kayu

Cara ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan kayu dan keawetan kayu berkerapatan rendah dengan mengempa papan kayu menjadi lebih padat. Dimana pada kondisi lebih padat daripada sebelumnya, maka kekuatan kayu meningkat dengan sendirinya. Pada umumya cara ini mempunyai bahan pedamping atau pembantu untuk memadatkan kayu yaitu bahan perekat, baik perekat organik maupun anorganik.

4. Kayu Laminasi

Cara ini mempunyai sistem kerja dengan melekatkan kembali dengan menghilangkan cacat kayu atau mengatur posisi secara tepat maka sifat mekanisnya meningkat, yaitu kekuatan kayu itu sendiri.

5. Persiapan Permukaan Kayu dengan Teknologi Radiasi

Cara ini cukup berbahaya bagi lingkungan sekitar, karena mengunakan teknologi nuklir yang diaplikasikan pada industri polimer yaitu mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi, dengan bantuan sinar radiasi sebagai sumber energi.