Database Dengan PHP

Database Dengan PHP

 Database Dengan PHP

Database Dengan PHP

Salah satu kelebihan PHP yang boleh dikatakan paling sering dimanfaatkan oleh para web developer adalah kemampuannya melakukan koneksi ke database. Sampai dengan saat ini database yang didukung oleh PHP adalah sebagai berikut:

· Adabas D

· InterBase

· PostgreSQL

· dBase

· FrontBase

· Solid

· Empress

· mSQL

· Sybase

· FilePro (read-only)

· Direct MS-SQL

· Velocis

· IBM DB2

· MySQL

· Unix dbm

· Informix

· Semua database yang mempunyai provider ODBC

· Ingres

· Oracle (OCI7 and OCI8)

· Ovrimos

· Hyperwave

Pada pembahasan kali ini PCplus akan memberikan bagaimana melakukan koneksi ke database MySQL. Alasan dipilihnya MySQL adalah karena perangkat lunak database ini cukup populer, bersifat open source, dan yang paling utama adalah karena PHP memiliki fungsi-fungsi built-in yang mendukung penggunaan database MySQL.

Sampai dengan artikel PHP yang ke dua puluh satu ini PCplus yakin Anda sudah cukup menguasai PHP, namun pembahasan tentang MySQL belum secuilpun diberikan. Oleh karena itu sebelum Anda belajar lebih lanjut, berikut ini akan diberikan tutorial singkat bagaimana menggunakan MySQL.

MySQL dikembangkan oleh badan yang menamai dirinya MySQL AB. Sebagai informasi untuk Anda, MySQL dieja dengan mai-es-kiu-el, dan bukan mai-sekuel.

Jika Anda menggunakan distribusi Linux tertentu, seperti misalnya RedHat versi 7.2 ke atas, MySQL sudah disertakan dalam paket instalasinya. Jadi Anda tidak perlu repot-repot mencarinya dari tempat lain. Namun jika Anda menggunakan beberapa jenis distribusi Linux yang lain atau sistem operasi lain seperti Windows, maka mungkin Anda harus mencari dan menginstall sendiri MySQL.

Untuk mendapatkan paket instalasi MySQL, baik untuk Linux maupun untuk Windows, Anda dapat mengunjungi http://www.mysql.com dan mendownload kebutuhan Anda dari sana.

Pada dasarnya aplikasi MySQL terdiri dari dua bagian, yaitu MySQL server yang berjalan sebagai service atau daemon, beberapa perintah yang dijalankan dari command prompt atau shell yang digunakan untuk administrasi server, dan MySQL client yang menyediakan antarmuka untuk melakukan administrasi database di MySQL server.

Khusus untuk MySQL for Windows, secara default direktori instalasinya adalah c:\mysql. Tetapi jika Anda menginginkan untuk menempatkannya di direktori yang berbeda, Anda harus membuat file teks yang diberi nama C:\MY.CNF yang berisi hal berikut:

[mysqld]

basedir={path instalasi}

datadir={path data}

Contoh:

[mysqld]

basedir=E:/mysql/

datadir=E:/mysql/data

Untuk tutorial administrasi server ini, PCplus akan berikan dengan menggunakan MySQLAdmin bawaan dari MySQL itu sendiri. Memang ada beberapa perangkat lunak yang juga bersifat open source yang dapat dipergunakan untuk administrasi MySQL namun sengaja PCplus tidak memberikan tutorial dengan menggunakan perangkat tersebut dengan pertimbangan supaya Anda terbiasa melakukan administrasi dengan MySQLAdmin sehingga Anda tidak tergantung oleh perangkat lain. Lagipula umumnya perangkat tersebut dibangun dengan PHP, jadi dengan menguasai koneksi PHP ke MySQL Anda bahkan dapat membuat perangkat lunak administrasi sendiri nantinya.

MySQLAdmin dijalankan dari shell atau command prompt. Di Linux Anda dapat memanggil MySQLAdmin langsung dari shell sebagai berikut:

# mysqladmin perintah

Sedangkan dari Windows perintah tersebut dijalankan dari command prompt sebagai berikut:

C:\mysql\bin\> mysqladmin perintah

Daftar perintah yang dapat digunakan bisa Anda peroleh dengan menjalankan sintaks sebagai berikut:

# mysqladmin –help

(Jika Anda menggunakan Windows Anda tinggal mengganti prompt # dengan C:\mysql\bin\>)

Daftar perintah mysqladmin adalah sebagai berikut:’

Sumber : https://usgsprojects.org/