Hukum Permintaan dan Penawaran serta Asumsi-Asumsinya, Kurva Permintaan dan Kurva Penawaran

Hukum Permintaan dan Penawaran serta Asumsi-Asumsinya, Kurva Permintaan dan Kurva Penawaran

Selamat datang di Iglo, disini akan membahas materi tentang apa itu Hukum Permintaan dan Penawaran. Berikut dibawah ini penjelasanya:

Hukum Permintaan dan Penawaran serta Asumsi-Asumsinya, Kurva Permintaan dan Kurva Penawaran

Hukum Permintaan dan Penawaran serta Asumsi-Asumsinya

Hukum Permintaan dan Penawaran serta Asumsi-Asumsinya, Kurva Permintaan dan Kurva Penawaran – Permintaan dengan harga memiliki hubungan yang sangat erat karena kekuatan permintaan akan menentukan hai’ga, sebaliknya tingkat harga akan memengaruhi tingkat permintaan. Naik turunnya harga akan berpengaruli terhadap naik turunnya permintaan. Hukum permintaan menyatakan “Makin rendah harga suatu barang, maka semakin banyak permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya, semakin tinggi harga suatu barang, maka semakin sedikit permintaan terhadap barang tersebut.”

Jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga tertentu memilild hubungan yang sangat erat karena jumlah barang yang ditawarkan dengan hargamemililti hubungan yang sejajar (positif). Hukum penawaran menyatakan “Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut yang akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya semakin rendah harga suatu barang semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”

Kurva Permintaan dan Kurva Penawaran

Berdasarkan hipotesis hukum permintaan dapat diambil kesimpulan, sebagai berikut :

1. Jika harga suatu barang naik, pembeli akan mencari barang lam yang dapat digunakan sebagai pengganti barang tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika barang tersebut turun, konsumen akan menambah pembelian terhadap barang tersebut.

2. Kenaikan harga menyebabkan pendapatan riil konsumen berkurang sehingga meinaksa konsumen mengurangi pembehan, terutama barang yang akan naik harganya.

3. Berikut diberilcan ilustrasi mengenai masalah permintaan. Misalnya, pada kasus harga minyak goreng dibeli oleh individu atau lembaga perusahaan untuk memasak atau proses produksi pada rumah makan. Jika minyak goreng ditawarkan terlalu tinggi, masyarakat akan mencari merek lain yang lebih murah dan ditawarkan lebih rendah, hal tersebut akan banyak menarik konsumen lain untuk membeli lebih banyak.

Hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta disebut sebagai skedul atau tabel permintaan. Skedul atau tabel permintaan yang digambarkan secara grafik disebut sebagai kurva permintaan. Kurva permintaan digambarkan sebagai garis yang bergerak dari kiri atas ke kanan bawali. Selanjutnya, untuk inemudahkan dalam melakukan analisis terhadap permintaan, faktor-faktor lain harus dianggap konstan atau tidakberubah (ceteris paribus). Hal ini ditunjukkan oleh adanya kurva permintaan yang lurus dari kiri atas ke kanan bawah.

Kurva permintaan merupakan gambar yang menjelaskan hubungan harga barang yang bersangkutan dan jumlah barang yang diminta.

Berdasarkan hipotesis hukum penawaran tersebut, jika harga suatu barang naik, jumlah barang yang ditawarkan akan naik. Demikian pula, jika harga turun, jumlah barang yang ditawarkan akan turun pula. Jadi antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan memiliki hubungan sear all (positif).

Pergerakan Di Sepanjang Kurva dan Pergeseran Kurva

a. Pergerakan di Sepanjang Kurva Permintaan

Pergerakan di sepanjang kurva permintaan terjadi ketika harga barang itu sendiri mengalami perubahan. Perhatikan gambar kurva di atas, garis DD adalali kurva permintaan Sepatu. Pada mulanya harga Sepatu Rp 8.000 dan jumlah barang yang diminta 400. Kemudian jika harga Sepatu turun menjadi Rp 4.000, akan menyebabkan jumlah barang yang diminta bertambah menjadi 800, Dari perubahan harga tersebut, terlihat permintaan bergerak dari titik a ke titik b. Kurva di atas menunjukkan penurunan harga Sepatu menyebabkan jumlah Sepatu yang diminta konsumen meningkat.

b. Pergeseran Kurva Permintaan

Kurva permintaan dapat bergeser dari kanan ke kiri atau sebaliknya seperti ditunjukkan oleh kurva di atas. Pergeseran kurva permintaan disebabkan oleh adanya perubahan faktor-faktor lain selain harga barang itu sendiri. Seperti pendapatan konsumen, selera konsumen, jumlah penduduk, dan faktor lainnya seperti yang sudah dijelaskan padabagian sebelumnya.

Kurva permintaan bergeser ke kanan jika terdapat faktor-faktor yang menyebabkan permintaan bertambah.dan bergeser ke kiri jika terdapat faktor-faktor lain yang menyebabkan permintaan barang tersebut berkurang.

Dengan asumsi harga Sepatu Rp8.000, maka peningkatan pendapatan konsumen akan menggeser kurva permintaan ke kanan (D ke Dl). Dengan demikian, pada harga yang tetap, jumlah Sepatu yang diminta bertambah menjadi 600. Ketika pendapatan konsumen menurun, maka yang terjadi sebaliknya, yaitu kurva permintaan bergeser ke kiri (D ke D2), jumlah Sepatu yang diminta berkurang menjadi 200 pada tingkat harga yang sama.

c. Pergerakan di Sepanjang Kurva Penawaran

Pergerakan di sepanjang kurva penawaran terjadi ketika harga barang itu sendiri mengalami perubahan. Perhatikan gambar kurva di atas, garis SS adala kurva penawaran Sepatu. Pada mulanya harga Sepatu Rp6.000 dan jumlah barang yang ditawarkan 600 unit. Kemudian jika harga Sepatu naik menjadi Rp 10.000, akan menyebabkan jumlah barang yang ditawarkan bertambah menjadi 1.000 unit. Dari perubahan harga tersebut, terlihat penawaran bergerak berubah dari titik a ke titik b. Kurva di atas menunjukkan kenaikan harga Sepatu menyebabkan jumlah Sepatu yang ditawarkan produsen meningkat.

d. Pergeseran Kurva Penawaran

Kurva Penawaran dapat bergeser dari kanan ke lari dan sebaliknya seperti ditunjukkan oleh kurva di atas. Pergeseran kurva Penawaran disebabkan oleh adanya perubahan faktor-faktor lain selain harga barang itu sendiri. Seperti biaya prodnksi, teknologi, harga barang lain, dan faktor lainnya seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya.

Kurva Penawaran bergeser ke kanan jika terdapat faktor-faktor yang menyebabkan Penawaran bertambah, dan bergeser ke kiri jika terdapat faktor-faktor lain yang menyebabkan Penawaran barang tersebut berkurang.

Dengan asumsi harga Sepatu Rp6.000, maka penurunan biaya produksi misalnya, akan menggeser kurva Penawaran ke kanan (S ke SI). Dengan demikian, pada harga yang tetap, jumlah barang yang ditawarkan bertambah menjadi 800. Ketika biaya produksi nailc, maka yang terjadi sebaliknya, yaitu kurva Penawaran bergeser ke kiri (S ke S2), jumlah Sepatu yang ditawarkan berkurang menjadi 400 pada tingkat harga yang sarna.

 

Baca Artikel Lainnya: