IAI Al-Khairat Pamekasan Teken MoU dengan BMT NU Jatim

IAI Al-Khairat Pamekasan Teken MoU dengan BMT NU Jatim

IAI Al-Khairat Pamekasan Teken MoU dengan BMT NU Jatim

IAI Al-Khairat Pamekasan Teken MoU dengan BMT NU Jatim

IAI Al-Khairat Pamekasan Teken MoU dengan BMT NU Jatim

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (EBIS) Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan

, menjalin kerjasama dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama BMT NU Jawa Timur, Jum’at (1/2/2019).

Kerjasama tersebut dilaksanakan dalam bentuk Kuliah Umum sekaligus penandatanganan MoU antar kedua perwakilan yang digelar di Kantor Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPP Syariah) BMT NU Gapura, Sumenep.

Direktur KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur, Mashudi mengungkapkan demi mewujudkan Madura yang barokah sangat diperlukan generasi muslim yang memiliki wawasan ekonomi syariah. “Dalam hal ini tidak hanya ibadah yang harus sesuai dengan ajaran agama, tapi praktik ekonomi juga harus sesuai dengan ajaran agama,” ungkapnya.
Baca Juga:

Pengurus DEMA IAI Al-Khairat Pamekasan Resmi Dilantik
Ini Pesan Ketua Senat IAI Al-Khairat Pamekasan Bagi Para Sarjana
Mahasiswa Diajak Kreatif dan Inovatif Manfaatkan Teknologi
Bakesbangpol Pamekasan Ajak Masyarakat Sabar Tunggu Putusan MK

Selain itu pihaknya menyampaikan bahwa muamalah juga menjadi penting bagi kehidupan sehari-hari.

“Bagaimanapun yang namanya baik dan buruk juga tergantung bagaimana praktik muamalah maupun transaksi ekonomi kita. Maka di Madura harus lahir generasi masa depan yang berwawasan ekonomi syariah,” jelasnya.

Tidak hanya itu, generasi muslim juga harus menjadi pejuang ekonomi syariah dan tidak hanya sebagai pekerja ekonomi. “Pejuang ekonomi berprinsip syariah, bukan hanya sekedar target mendapat keuntungan semata. Tetapi selain target juga harus ada berkah, karena harta yang berkahkah yang bakal menjadi bekal kita menuju keridhaan Allah,” tegasnya.

 

Sementara Dekan Fakultas EMIS IAI Al-Khairat Pamekasan, Abdul Kadir

menyampaikan perguruan tinggi hanya fokus memberikan bekal pengetahuan berupa teori semata. “Selama ini di kampus kami memberikan wawasan ekonomi syariah kepada mahasiswa, tapi belum menyentuh level praktik,” kata Abdul Kadir.

 

Baca Juga :