Irwan Prayitno Resmikan Gedeng SMAN 5 dan SMKN 4 Payakumbuh

Irwan Prayitno Resmikan Gedeng SMAN 5 dan SMKN 4 Payakumbuh

Irwan Prayitno Resmikan Gedeng SMAN 5 dan SMKN 4 Payakumbuh

Irwan Prayitno Resmikan Gedeng SMAN 5 dan SMKN 4 Payakumbuh

Dua gedung sekolah menengah atas, SMAN 5 dan SMKN 4 (IT) Payakumbuh, yang dibangun dengan total nilai dana Rp14.823.708.500

, diresmikan Gubernur Sumatera Barat H. Irwan Prayitno bersama Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi, dalam acara berbeda di kedua sekolah tersebut, Selasa (18/10).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sekaligus pemukulan gong oleh Gubernur Irwan Prayitno didampingi Walikota Riza Falepi, Wakil Walikota Suwandel Muchtar, Ketua DPRD YB Dt. Parmato Alam, Wakil Ketua DPRD Suparman, dan Forkompimda. Dilanjutkan dengan pemencetan sirine dan pelepasan balon oleh Walikota Riza Falepi, Wakil Walikota Suwandel Muchtar dan Ketua DPRD YB. Dt. Parmato Alam.

Pada kesempatan itu, Gubernur Irwan Prayitno juga melakukan peletakan batu pertama Aula SMA 5 dan Mushalla SMKN IT.

 

SMAN 5 Payakumbuh yang dirancang pemko sebagai sekolah terpadu atau boarding school, terletak di atas tanah lebih kurang 1,5 hektar,  di kawasan Tangah Padang, Kelurahan Balai Panjang, Kecamatan Payakumbuh Selatan.  Mulai dibangun sejak 2014, setelah tanahnya dibebaskan pemko dengan dana APBD sebesar Rp1,7 M.

Secara bertahap, SMAN 5 terus dilengkapi pemko prasarana dan sarananya, melalui bantuan dana dari APBN,  APBD provinsi dan APBD Payakumbuh. Total dana yang masuk ke SMAN 5 berjumlah Rp.9.566.837.500 Saat ini, SMAN 5 yang sudah dipagar permanen itu, telah memiliki  15 ruang kelas, 2 laboratarium, ruang kepsek, ruang majelis guru, asrama laki-laki dan perempuan, rumah jaga asrama dan ruang makan. Sekolah ini juga dilengkapi prasarana air bersih dan lapangan upacara.

Sementara, SMKN 4 yang merupakan satu-satunya sekolah Teknologi Informasi di Payakumbuh, terletak di kawasan

Kelurahan Parik Muko Aia, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori. Gedung yang berada di atas lahan seluas lebih kurang 2 hektar itu, telah menghabiskan dana Rp5.256.871.000.

Mulai dibangun tahun 2015, sekolah ini, baru memiliki 10 ruang belajar, 2 laboratarium, ruang majelis guru dan ruang kepsek. Sekolah ini masih membutuhkan tambahan fasilitas lainnya untuk menunjang proses belajar dan mengajar, termasuk pagar lingkungan sekolah.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/96475cbdgGrC6