Jabar Masagi Jadi Program Pendidikan Unggulan Di Pemerintahan Emil

Jabar Masagi Jadi Program Pendidikan Unggulan Di Pemerintahan Emil

Jabar Masagi Jadi Program Pendidikan Unggulan Di Pemerintahan Emil

Jabar Masagi Jadi Program Pendidikan Unggulan Di Pemerintahan Emil

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi

menyebutkan untuk bidang pendidikan di pemerintahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mempunyai konsep baru, yakni kurikulum Jabar Masagi.

Kami punya program sekarang dengan sebutan Jabar Masagi,” kata Ahmad Hadadi saat ditemui awak media usai kegiatan Rakerda ABP-PTSI dan Seminar Nasional di Aula Kampus I Unswagati Cirebon, Rabu (12/9).

Dijelaskannya, Pendidikan Jabar Masagi itu didasari dengan proses penguatan pendidikan karakter. Kurikulum Pendidikan Masagi mencakup 4 hal, yaitu materi tentang bela agama, bela negara, bela budaya sunda dan cinta lingkungan. Termasuk juga, ramah terhadap anak.

“Kami sudah menggulirkan program sekolah ramah anak. Sehingga program sekolah ramah

anak ini (artinya) stop berbagai kekerasan. Apakah kekerasan seksual, kekerasan verbal dan kekerasan lain seperti bullying dan sebagainya,” paparnya.

Program sekolah ramah anak, kata Ia, sudah mulai dijalankan pemerintah provinsi Jawa Barat sejak 1 tahun lalu. Pada prakteknya, program ramah anak diperkuat juga melalui kegiatan ekstrakurikuler di masing-masing sekolah.

Khusus di Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi, lanjut Ia, Disdik Pemprov Jawa Barat pun turut memberikan dukungan dalam bentuk pemberian hibah, baik swasta maupun negeri.

“Seperti di IPB kami beri lahan, juga konstruksi dan operasional,” jelasnya.

Begitu pun pondok pesantren, akan mendapatkan program bantuan baik kepada para ustadz, kyai maupun santri-santrinya.

 

“Untuk santrinya diberikan biaya operasional. Sehingga, ya dijamin keberlangsungan ponpes atau santrinya,” ucapnya.

Disamping itu, bagi penyelenggara ponpes yang masih tradisional dalam arti belum menyediakan sarana pendidikan formal, maka hak-hak dasar pendidikan bagi para santrinya pun dapat disesuaikan dengan program pendidikan formal.

“Dan kalau bisa nanti mendapatkan pendidikan umum, melalui pelayanan terbuka bisa dikolaborasikan,” tandasnya.

Dengan begitu, lanjutnya, Program Pendidikan Pemprov Jawa Barat yang mencanangkan target nilai Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah di tahun 2020 sebesar 90% dapat tercapai.

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/awal-kehancuran-kerajaan-aceh/