Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling

Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling

Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling

Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling

Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling

  1. Layanan Orientasi : Layanan yang di tujukan untuk peserta didik atau siswa baru guna memberikan pemahaman dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah yang baru di masuki.
  2. Layanan Informasi : Layanan yang bertujuan untuk membekali seseorang dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk kepentingan hidup dan perkembangannya.
  3. Layanan Penempatan dan Penyaluran : Serangkaian kegiatan bimbingan dalam membantu siswa agar dapat menyalurkan atau menempatkan dirinya dalam berbagai program sekolah.
  4. Layanan Pembelajaran : Layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan siswa mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Untuk emnguasai kemampuan atau kompetensi tertentu melalui kegiatan belajar.
  5. Layanan Konseling Perorangan : Layanan yang memungkinkan siswa memperoleh secara pribadi melalui tatap muka dengan konselor dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan yang dialami siswa tersebut.
  6. Layanan Bimbingan Kelompok : Layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan siswa melalui dinamika kelompok memperoleh berbagai bahan dari narasumber tertentu. Sumber pembahasan bersifat actual.
  7. Layanan Konseling Kelompok : Layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan siswa memperoleh kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami melalui dinamika kelompok. Masalah yang dibahas adalah masalah-masalah pribadi dari masing-masing anggota kelompok.
  8. Layanan Konsultasi : Layanan yang diberikan untuk memperoleh wawasan dan pemahaman dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani atau membantu pihak lain.
  9. Layanan Mediasi : Layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan konselor terhadap dua pihak yang sedang dalam keadaan tidak menemukan kecocokan sehingga membuat mereka saling bertentangan . Sehingga dapat mencapai tujuan yaitu kondisi hubungan yang positif dan kondusif diantara pihak-pihak yang berselisih.