Kejar 3 Juta Mahasiswa Kemenristekdikti Optimalkan PJJ

Kejar 3 Juta Mahasiswa Kemenristekdikti Optimalkan PJJ

Kejar 3 Juta Mahasiswa Kemenristekdikti Optimalkan PJJ

Kejar 3 Juta Mahasiswa Kemenristekdikti Optimalkan PJJ

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berupaya meningkatkan

angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi. Saat ini tingkat APK pendidikan tinggi masih 35 persen. Targetnya pada 2024 nanti APK pendidikan tinggi bertambah mencapai 50 persen.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti Ismunandar mengatakan, salah satu upaya meningkatkan APK dengan kebijakan pendidikan jarak jauh (PJJ). “Untuk APK pendidikan tinggi 50 persen, kita butuh tiga juta mahasiswa,” kata Ismunandar saat berada di kampus Atma Jaya, Jakarta Kamis (11/4).

Guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menjelaskan, jumlah anak usia kuliah

di Indonesia berkisar 24 juta jiwa. Untuk bisa menaikkan jumlah APK pendidikan tinggi 50 persen, maka jumlah mahasiswa di Indonesia harusnya 11 juta jiwa.

“Sekarang rata-rata jumlah mahasiswa di Indonesia 8 juta jiwa,” katanya. Dengan demikian untuk mengejar APK pendidikan tinggi 50 persen, dibutuhkan tiga juta mahasiswa lagi. Ismunandar optimistis target tersebut bisa dicapai lima tahun mendatang.
Diskon gila-gilaan. S9 hanya IDR 2.150.000 sampai akhir tahun!
Sisa 10 pcs. Segera dapatkan hanya dengan harga diskon!
Hewan ini hidup di tubuh Anda dan menyebabkan bau mulut!
Basmi cacing parasit tanpa harus ke dokter! Caranya cukup …..
Bau mulut hilang dan ini keluar dari tubuh Anda, jika 10 menit sebelum tidur …
Tanpa pengobatan medis, rasa sakit pada perut dan bau mulut hilang .
Ini dia penyebab nafas bau dan perut sakit!
Cara terpercaya ini efektif membunuh parasit dalam tubuh!

Untuk memperbanyak jumlah mahasiswa, kata Ismunandar, di antaranya dilakukan dengan PJJ. Regulasi

terkait PJJ keluar akhir 2018 lalu. Diperkirakan baru beroperasi efektif tahun ini.

Menurut dia, Ismunandar perkuliahan jarak jauh lebih efektif dalam meningkatkan jumlah mahasiswa. Sebab tidak perlu investasi besar untuk pembangunan gedung atau sumber daya manusia (SDM). “Saya sudah keliling ke banyak kampus, banyak yang menerapkan (PJK, Red),” pungkasnya.

Editor : Ilham Safutra

 

Sumber :

https://voi.co.id/