Klasifikasi Ciliata

Klasifikasi Ciliata

Klasifikasi Ciliata

Klasifikasi Ciliata

Ichthyophthirius multifiliis (white spot)

Jenis Ciliata ini dapat berukuran sampai dengan 1,5 mm, sehingga dapat terlihat oleh mata kita. Ichthyophthirius akan terlihat pada kulit ikan berupa bintik-bintik putih, yang lebih dikenal dengan nama White Spot. Penyakit ini akan terlihat pada sirip untuk tahapan awalnya, sirip mengapit/menjepit, dan ikan akan terlihat menggosokan badannya pada tanaman atau obyek lainnya. Pengobatan harus segera dilakukan, karena parasit (dari penyakit) ini berenang bebas di air dan mudah menyebar (Asep, 2010).


lchthyophthirius multifiliis, parasit ini tidak memiliki inang spesifik dan merupakan ektoparasit yang paling berbahaya diantara ektoparasit ikan air tawar. Kecuali pada bagian anterior yang berbentuk cincin (cystome), hampir di seluruh permukaan tubuh Ichthyophthirius multifiliis tertutup oleh cilia yang berfungsi untuk pergerakannya, bagian sitoplasmanya terdapat makronukleus yang berbentuk seperti tapal kuda, mikronukleus (inti yang kecil) yang menempel pada makronukleus dan sejumlah vakuola kontraktil (Binary, 2010).


Jika diamati dengan mata telanjang parasit ini terlihat seperti bintik-bintik putih pada kulit atau sisik ikan (inangnya). Hal ini terlihat jelas dari pengamatan terhadap ikan lele, karena warna dasar dari ikan lele yang gelap dan bintik-bintik putih yang menempel pada tubuhnya menandakan adanya “Ich” yang menempel. Parasit ini dapat menginfeksi kulit, insang dan mata pada berbagai jenis ikan baik ikan air tawar selain ikan lele, ikan air payau dan laut serta dapat menyebabkan kerusakan kulit.


Penetrasi parasit ke dalam jaringan kulit ikan menyebabkan perubahan pada jaringan integument, yaitu terbentuknya rongga di sekitar parasit, epithelial sel rusak, pembuluh darah di daerah infeksi pecah, dan jaringan akan diselimuti oleh sel darah. Parasit akan tumbuh dan menyebabkan bengkaknya permukaan kulit ikan. Pada perkembangan selanjutnya rongga parasit akan pecah, dan epithelium rusak meninggalkan luka menganga sehingga lapisan dermis terekspose pada perairan.


Pada keadaan seperti ini ikan akan mengalami ketidakseimbangan osmoregulasi. Seperti pada permukaan tubuh, epithelium insang juga merupakan organ target dari parasit ini. Adapun keberadaan “Ich” pada organ dalam ikan, maka akan lebih berbahaya karena Ichthyophthirius multifiliis, selain merusak jaringan epithelium, membuat permukaan insang tidak berfungsi. Hal ini karena lamela dipenuhi oleh lendir, dan dinding lamela yang berfungsi sebagai alat pertukaran ion. Akhirnya ekskresi dan osmoregulasi terganggu. Pada keadaan demikian biasanya kematian ikan akan tinggi, karena ikan mengalami gangguan penyerapan oksigen (Binary, 2010).


Crytocarion irritans (marine ich)

Penyakit yang disebabkan oleh Crytocarion ini terjadi pada (aquarium) air laut, gejala penyakit ini mirip dengan yang ditimbulkan oleh parasit Ichthyophthiriuspada air tawar (Asep, 2010).


Brooklynella hostilis

Brooklynella mempunyai bentuk dan ukuran yang menyerupai parasit Chilodonella. Jenis Ciliata ini biasanya menyerang kulit dan insang dari ikan air laut tropis. Pada tahapan awal kita akan melihat area kecil yang terlihat pucat pada kulit ikan tersebut. Ikan akan berkurang nafsu makannya, nafas semakin kencang, semakin lama ikan akan terlihat lesu dan mengeluarkan lendir. Pada tahapan berikut area pucat akan bertambah besar, dan hingga pada tahapan akhir akan terlihat perubahan yang sangat besar pada kulit, yang akan menyebabkan kematian pada ikan  (Asep, 2010).


Glossatella

Glossatella ini menetap pada pada luka. Jenis Ciliata ini mempunyai bentuk seperti batang dengan ukuran yang pendek yang akan menempel pada tepian luka. Organisme ini berkembang cepat dan tumbuh hampir menutupi luka membentuk seperti lapisan berbulu. Lapisan berbulu ini mirip dengan lapisan jamur, tetapi jamur mempunyai filamen yang lebih panjang. Apabila semua luka telah tertutupi, maka Ciliata ini akan mencoba berkembang ke bagian kulit yang masih sehat disekitarnya (Asep, 2010).


Trichodina sp.

Sangat sulit untuk dapat mengetahui kulit ikan yang terinfeksi jenis Ciliata ini. Ikan akan terlihat menggosok-gosokan tubuhnya dan sering terlihat membuka-menutup siripnya. Protozoa ini akan menempel pada kulit dan akan menyebabkan iritasi kulit, yang mana akan menyebabkan kulit dan selaput lendir semakin tipis (Asep, 2010).


Trichodina sp. Dapat menyebabkan penyakit Trychodiniasis. Trichodina sp.merupakan protozoa berbentuk cakram dengan diameter sekitar 100 mikron.Memiliki “gigi-gigi” yang terdapat di bagian tengah dan cilia pada bagian permukaan bawah. Trichodina sp. menyebabkan penyakit gatal-gatal pada ikan. Ikan yang terserang parasit ini ikan dalam keadaan lemah, warna tubuh kusam (tidak cerah), sering menggosok-gosokkan tubuhnya pada dasar atau dinding kolam dan dapat menyerang hampir semua jenis ikan. Ditemukan pada jenis ikan mas, tambakan, gurami, nilam, tawes, mujahir dan sepat (Asep, 2010).


Baca Juga :