Macam-macam Kematian Jaringan

Macam-macam Kematian Jaringan/Nekrosis

Nekrosis koagulatif

Terjadi akibat hilangnya secara mendadak fungsi sel yang disebabkan oleh hambatan kerja sebagian besar enzim. Enzim sitoplasmik hidrolitik juga dihambat sehingga tidak terjadi penghancuran sel (proses autolisis minimal). Akibatnya struktur jaringan yang mati masih dipertahankan, terutama pada tahap awal (Sarjadi, 2009).

Terjadi pada nekrosis iskemik akibat putusnya perbekalan darah.Daerah yang terkena menjadi padat, pucat dikelilingi oleh daerah yang hemoragik.Mikroskopik tampak inti-inti yang piknotik.Sesudah beberapa hari sisa-sisa inti menghilang, sitoplasma tampak berbutir, berwarna  merah  tua.  Sampai   beberapa   minggu   rangka  sel masih dapat dilihat (Pringgoutomo, 2012).

Contoh utama pada nekrosis koagulatif adalah infark ginjal dengan keadaan sel yang tidak berinti, terkoagulasi dan asidofilik menetap sampai beberapa minggu (Kumar; Cotran & Robbins, 2008).

Gambar 2: Makroskopis dan mikroskopis nekrosis koagulatif

  1. Nekrosis likuefaktif (colliquativa)

Perlunakan jaringan nekrotik disertai pencairan.Pencairan jaringan terjadi akibat kerja enzim hidrolitik yang dilepas oleh sel mati, seperti pada infark otak, atau akibat kerja lisosom dari sel radang seperti pada abses (Sarjadi, 2009).

Gambar 3: Makroskopis nekrosis likuefaktif

  1. Nekrosis kaseosa (sentral)

Bentuk campuran dari nekrosis koagulatif dan likuefaktif, yang makroskopik teraba lunak kenyal seperti keju, maka dari itu disebut nekrosis perkejuan.Infeksi bakteri tuberkulosis dapat menimbulkan nekrosis jenis ini (Sarjadi, 2009).Gambaran makroskopis putih, seperti keju didaerah nekrotik sentral.Gambaran mikroskopis, jaringan nekrotik tersusun atas debris granular amorf, tanpa struktur terlingkupi dalam cincin inflamasi granulomatosa, arsitektur jaringan seluruhnya terobliterasi (tertutup) (Kumar; Cotran & Robbins, 2008).

Baca juga: