Mengenal Pajak: Pengertian, Fungsi, Manfaat, dan Tarifnya

Mengenal Pajak: Pengertian, Fungsi, Manfaat, dan Tarifnya

Baru-baru ini pemerintah Kota Mojokerto laksanakan suatu inovasi yang bisa saja bagi sebagian orang terdengar agak aneh. Ya, pihak pemerintah Kota Mojokerto meluncurkan program membayar pajak menggunakan sampah.

Emangnya bisa?

Bisa kok. Jadi, pemerintah Kota Mojokerto itu menerapkan tabungan dari bank sampah. Nah, duit yang dihimpun dari hasil jual sampah kepada bank sampah selanjutnya ditabung yang lantas mampu digunakan untuk membayar pajak bumi dan bangunan (PBB).

Alasan pemerintah Kota Mojokerto laksanakan program selanjutnya sebab ingin menambah kesadaran membayar pajak dan untuk mencukupi target penghasilan daerahnya.

Oke, ngomong-ngomong soal pajak nih, anda memahami nggak sih apa yang dimaksud dengan pajak itu sendiri? Apa faedah dan manfaatnya? Kalau anda belum memahami review penjelasannya di artikel selanjutnya ini ya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pajak merupakan pungutan wajib. Pungutan yang kebanyakan berupa duit yang wajib dibayar oleh masyarakat sebagai sumbangan wajib kepada negara atau pemerintah. Pajak tentang dengan pendapatan, pemilikan, harga membeli barang, dan lain-lain.

Pajak ini berupa memaksa lho Squad dan tidak memperoleh imbalan secara langsung. Artinya, saat anda bayar pajak, anda nggak akan merasakan keuntungan apa-apa misalnya, duit tabungan anda bertambah gitu.

Tapi mentang-mentang nggak mampu imbalan langsung, konsisten anda nggak rela bayar pajak. Awas, mampu didenda atau bahkan dipidana nanti kamunya. Pajak yang anda bayar itu, akan anda nikmatin didalam wujud pembangunan bagi kemakmuran rakyat. Contohnya ya seperti pembangunan MRT Jabodebek.

Ada empat faedah pajak yang wajib anda memahami nih Squad. Pertama yakni faedah anggaran (budgetair). Pajak berfaedah sebagai sumber penerimaan kas negara. Pajak yang dihimpun dari masyarakat digunakan untuk membiayai pengeluaran negara.

Fungsi yang kedua yakni faedah alokasi. Fungsi ini utamakan bahwa pajak wajib digunakan untuk mendanai atau menyediakan barang/jasa yang diperlukan masyarakat. Misalnya untuk pembangunan layanan dan prasarana atau bahkan membangun sebuah infrasutruktur. Fungsi ketiga yakni faedah distribusi atau pemerataan. Dalam faedah ini, pajak digunakan untuk pembangunan ekonomi. Artinya, dengan pendistribusian pajak secara merata diinginkan mampu memperbaiki taraf hidup masyarakat.

Fungsi keempat, yakni pajak berfaedah sebagat pengatur/regulasi. Dalam faedah ini, pajak digunakan sebagai pelindung produksi didalam negeri. Misalnya, pemerintah memastikan bea masuk terhadap barang ekspor agar barang selanjutnya menjadi lebih mahal dibanding produk didalam negeri.

Tadi di awal-awal artikel sudah dijelaskan sedikit perihal pembangunan MRT sebagai tidak benar satu wujud nyata dari faedah pajak yang mampu kami lihat. Nah, faedah pajak itu sendiri secara lazim ada 4 nih Squad yakni:

1. membiayai pengeluaran negara yang berupa self liquiditing (memberika keuntungan) seperti proyek produktif barang ekspor;

2. membiayai pengeluaran lazim seperti pembangunan layanan lazim yang mampu dinikmati masyarakat;

3. membiayai pengeluaran produktif seperti penyaluran bantuan bagi nelayan dan petani; dan

4. membiayai pengeluaran tidak produktif seperti mendanai pembelian senjata perang untuk tentara.

Demi menghimpit angka perkembangan kendaraan bermotor di Jakarta, pemerintah provinsi dengan kepolisian tempat Metro Jaya memberlakukan pajak progresif. Artinya, pajak kendaraan bermotor untuk kepemilikan kedua dan seterusnya akan tambah meningkat . Contohnya begini, kecuali ada dua sepeda motor atau 2 mobil yang ada di rumah kamu, nah kendaraan (motor atau mobil) yang kedua akan dikenakan pajak progresif.

Berdasarkan sifatnya, pajak dibagi menjadi 4 kelompok. Pertama, tarif pajak proporsional (sebanding). Tarif pajak ini memakai kadar yang senantiasa untuk setiap basic pengenaan pajak. Kedua, tarif pajak senantiasa (konstan). Tarif pajak ini berarti tetap, tidak ada perubahaan terhadap setiap basic pengenaan pajak dengan kata lain besar/jumlah yang dibayarkan itu sama. Ketiga, tarif pajak degresif (menurun). Tarif pajak ini menggunakan kadar yang mengalami penurunan setiap basic pengenaan pajaknya.

Tarif pajak yang terakhir yakni tarif pajak progresif. Seperti yang sudah dijelaskan dengan semisal pengenaan tarif pajak kendaraan bahwa kadar pajaknya meningkat untuk setiap basic pengenaan objek pajak.

Baca Juga :