Pembukaan Seleksi CPNS Diwarnai Aksi Demo

Pembukaan Seleksi CPNS Diwarnai Aksi Demo

Pembukaan Seleksi CPNS Diwarnai Aksi Demo

Pembukaan Seleksi CPNS Diwarnai Aksi Demo

Pembukaan Seleksi CPNS Diwarnai Aksi Demo

Pembukaan pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) resmi dibuka pada Rabu

(26/9) dan akan berlangsung hingga Jumat (5/10).

Hari pertama pendaftaran CPNS ini diwarnai demo para honorer kategori dua (K2), termasuk dari K2 guru honorer yang merasa dirugikan karena pemerintah mengeluarkan regulagi batas usia mendaftar CPNS maksimal 35 tahun.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta guru honorer K2 yang ikut turun berdemo untuk bersabar. Sejauh ini, pemerintah sudah memenuhi tuntutan para guru dengan adanya skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang sama-sama berstatus aparatur sipil negara (ASN) layaknya PNS.

“Saya minta disudahilah (demonya, red) karena aspirasinya sudah ditampung dan dicarikan jalan keluar,

” kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini kepada Suara Pembaruan, seusai acara Malam Anugerah Kebudayaan Tahun 2018 di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Rabu (26/9) malam.

Muhadjir mengharapkan para guru memahami, jika masalah pengangkatan guru ini tidak dapat dilakukan secara serentak. Prosesnya harus dilakukan secara bertahap karena ada beberapa pertimbangan.

Oleh karena itu, ia mengimbau para guru untuk tetap menjalankan tugas mendidik para siswa. Jangan sampai peserta didik ditelantarkan.

“Untuk masalah pengangkatan ini ada kepentingan pemerintah, kepentingan guru, dan kepentingan peserta didik

yang harus dipertimbangkan semuanya. Jadi harus bersabar,” ujar Muhadjir.

Sementara itu, Ketum PP Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim membenarkan jika ada anggota IGI yang terlibat pada aksi solidaritas tersebut. Pasalnya, jumlah anggota yang berstatus honorer K2 tergolong banyak.

Ramli menuturkan, sebagai organisasi, IGI telah mengimbau para anggota agar bisa menerima formulasi P3K yg menjadi jalan keluar masalah K2.

“Jumlah guru honorer IGI lumayan banyak. Jadi pasti sebagian ada yang ikut aksi tersebut,” ujarnya.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/