Pengambilan Data Menurut Skala Pengukurannya

Pengambilan Data Menurut Skala Pengukurannya

Pengambilan Data Menurut Skala Pengukurannya

Pengambilan Data Menurut Skala Pengukurannya

Pengambilan Data Menurut Skala Pengukurannya

Menurut skala pengukurannya, data dapat dibedakan atas:

  1. Data Nominal

Adalah data yang diberikan pada objek atau kategori yang tidak menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap objek atau kategori lainnya, tetapi hanya sekadar label atau kode saja. Data ini hanya mengelompokkan objek kategori ke dalam kelompok tertentu. Data ini memiliki dua ciri yaitu:

  1.       Kategori data bersifat saling lepas (satu objek hanya masuk pada kelompok saja);
  1.       Kategori data tidak disusun secara logis.

Contoh: Jenis kelamin manusia:  1  untuk pria

                                             0  untuk wanita

  1. Data Ordinal

Adalah data yang penomoran objek atau kategorinya disusun menurut besarnya, yaitu dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan jarak/rentang yang tidak harus sama. Data ini memiliki ciri seperti pada ciri data nominall ditambah satu ciri lagi, yaitu kategori data dapat disusun berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki.

Contoh:

Mengubah nilai ujian ke nilai prestasi, yaitu :

  • Nilai A adalah dari 80 – 100
  • Nilai B adalah dari 65 – 79
  • Nilai C adalah dari 55 – 64
  • Nilai D adalah dari 45 – 54
  • Nilai E adalah dari   0 – 44
  1. Data Interval

Adalah data di mana objek/kategori dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut yang memberikan informasi tentang interval antara tiap objek/kategori sama. Besarnya interval dapat ditambah atau dikurangi. Data ini memiliki ciri sama dengan ciri pada data ordinal ditambah satu ciri lagi, yaitu urutan kategori data mempunyai jarak yang sama.

Contoh:            A          B          C          D         E

            1          2          3          4          5

Interval A sampai C adalah 3 – 1 = 2. Interval C sampai D adalah 4 – 3 = 1. Kedua interval ini dapat dijumlahkan menjadi 2 + 1 = 3. Atau interval antara A dan D adalah 4 – 1 = 3. Pada data ini yang dijumlahkan bukanlah kuantitas atau besaran, melainkan interval dan tidak terdapat titik nol absolut.

  1.  Data Rasio

Adalah data yang memiliki sifat-sifat data nominal, data ordinal, dan data interval, dilengkapi dengan titik nol absolut dengan makna empiris. Karena terdapat angka nol maka pada data ini dapat dibuat perkalian atau pembagian. Angka pada data menunjukkan ukuran yang sebenarnya dari objek/kategori yang diukur.

Contoh:

A dan B adalah dua orang mahasiswa Universitas PGRI Palembang yang nilai mata kuliah Statistik Dasar masing – masing 60 dan 90. Ukuran rasionya dapat dinyatakan bahwa nilai B adalah nilai 1,5 kali nilai A.


Sumber: https://flexmedia.co.id/warhammer-regicide-apk/