PENGERTIAN JANGKA SORONG

PENGERTIAN JANGKA SORONG

PENGERTIAN JANGKA SORONG

PENGERTIAN JANGKA SORONG

Jangka sorong sendiri adalah

suatu alat ukur yang dapat mengukur hingga se peratus milimeter. Dalam jangka sorong sendiri terdapat dua rahang ukur dimana dua rahang tersebut disebut rahang ukur gerak dan rahang ukur tetap.

Kegunaan dari rahang ukur tersebut bisa membuat jangka sorong mengukur dimensi dalam, dimensi luar, ketinggian, dan kedalaman dari suatu bedan yang diukurnya. Dalam jangka sorong terdapat dua skala yaitu skala utama dan skala nonius.

Skala ukur jangka sorong ada dalam dua sistem yaitu skala ukur inci dan skala ukur sistem metrik. Karena memiliki dua sistem skala ukur ini maka jangka sorong bisa mengukur dua sekaligus. Skala ketelitian jangka sorong bisa hingga mencapai 0,001 inci dan 0,05 milimeter. Untuk sistem metrik sendiri jenis jangka sorong ada hingga 1000mm, 300mm, atau hingga 150mm.

Struktur jangka sorong terdapat batang, rahang ukur dalam, rahang ukur luar, nonius, ekor (pengukur kedalaman), kunci meluncur, kunci penggerak halus, rahang tetap, rahang gerak, skala utama. Semua yang terdapat dalam jangka sorong memiliki fungsi nya masing-masing. Tetapi ada juga jangka sorong yang tidak memiliki skala nonius.

Berikut di bawah ini adalah penjelasan dari apa-apa saja yang akan anda ketahui dalam jangka sorong. Dari mulai bagaimana jangka sorong bisa muncul, jenis jangka sorong, bagaimana cara menggunakan jangka sorong, kelebihan dan kekurangan dari jangka sorong tersebut, hingga contoh soal mengenai jangka sorong.

HAL-HAL YANG DIPERHATIKAN KETIKA MEMAKAI JANGKA SORONG

  1. Gerakan dari suatu rahang ukur harus harus bisa bergerak atau bergesekan sesuai standar tertentu yang sudah ditetapkan dan tidak harus bergoyang.
  2. Dianjurkan untuk tidak mengukur sesuatu dengan hanya bagian ujung dari kedua rahang ukur tetapi sebaiknya agak ke dalam.
  3. Pastikan bahwa posisi nol dalam jangka sorong harus betul-betul tepat.
  4. Perhatikan secara jelas gaya penekanan kedua rahang. Jangan terlalu kuat karena akan menyebabkan kebengkokan atau ketidak sejajaran rahang ukur itu sendiri. Apabila kestabilan dari bentuk yang akan diukur dapat berubah-rubah karena sesuatu hal maka penekanan yang terlalu kuat akan menyebabkan ketidak tepatan hasil pengukuran.
  5. Jangan membaca jangka sorong saat kunci belum terputar dengan baik, karena ini dapat menyebabkan hasil yang kurang tepat. Setelah kunci terpasang dengan tepat maka barulah kita bisa membaca hasilnya.
  6. Setelah penggunaan jangka sorong sebaiknya simpan dan bersihkan jangka sorong secara berkala menggunakan tissue.

LANGKAH KERJA KALIBRASI JANGKA SORONG

  1. Periksa sisi kiri dari kelurusan bidang ukur.
  2. Periksa sisi kanan dari kelurusan bidang ukur.
  3. Periksa apakah angka nol tersebut sudah lurus.
  4. Lanjutkan dengan percobaan mengukur sesuatu untuk memastikan bidang lurus tersebut.
  5. Catat setiap kesalahan yang terjadi.

Sumber: https://periskop.co.id/sniper-war-apk/