Penggunaan Internet pada Generasi Milenial

Penggunaan Internet pada Generasi Milenial

Penggunaan Internet pada Generasi Milenial

Penggunaan Internet pada Generasi Milenial

Penggunaan Internet pada Generasi Milenial

  1. Penggunaan Internet pada Generasi Milenial

Mayoritas pengguna internet di Indonesia adalah generasi milenial. Data survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016 menunjukkan bahwa 80 persen atau sekitar 25 juta pengguna internet Indonesia adalah mereka yang berusia 25-29 tahun dan sekitar 72 persen pengguna berusia 30-34 tahun.  Pengguna internet di Indonesia haus akan informasi terbaru, yang dibuktikan dengan sejumlah 31,3 juta pengguna menjadikan update informasi sebagai alasan utama mengakses internet, dan angka ini melebihi jumlah pengguna yang mengakses internet karena alasan pekerjaan (27,6 juta) dan sekadar mengisi waktu luang (17,9 juta). Meskipun update informasi menjadi alasan utama mengakses internet, akan tetapi mereka cenderung pasif dalam memperoleh informasi. Dikarenakan perilaku jenis konten internet yang diakses didominasi media sosial yang mencapai angka 97,4 persen (Agung, 2016).

Teknologi juga membuat para generasi yang tidak bias lepas dari internet tersebut mengandalkan media sosial sebagai tempat mendapatkan informasi. Saat ini, media sosial telah menjadi platform pelaporan dan sumber berita yang utama bagi masyarakat. Tren penggunaan media sosial ini sudah terbukti sejak tahun 2016 melalui beberapa peristiwa penting, dan masyarakat mengandalkan media sosial untuk mendapatkan informasi terkini dari sebuah peristiwa. Hal ini di buktikan dengan data hasil riset dari Tetra Pak Index 2017 yang menunjukkan bahwa di Indonesia dengan lebih dari 132 juta pengguna internet 40% diantaranya adalah pengguna aktif media sosial. Pengguna internet ini pun didominasi oleh generasi milennial. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan penguna internet di Indonesia mencapai 51% atau sekitar 45 juta pengguna, diikuti dengan pertumbuhan sebesar 34% pengguna aktif media sosial(Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, 2016; Mardana, 2017).

  1. Partisipasi Generasi Milenial Terhadap Politik

Partisipasi politik dapat bersifat otonomi dan mobilisasi. Partisipasi politik yang bersifat otonom meruakan partisipasi politik yang berdasarkan pada kesadaran politik setiap warga  untuk menentukan pilihan. Sedangkan partisipasi politik yang bersifatmobilisasi merupakan partisipasi politik yang dikerahkan oleh pihak lain. Jadi partisipasi politik otonom dilaksanakan  berdasarkan pada kesadaran politik setiap orang tanpa adanya paksaan atau pengerahan. Partisipasi politik otonom muncul atas dorongan pribadi. Sedangkan partisipasi politik yang  dimobilisasi biasanya partisipasi yang di mobilisasi tidak berdasarkan pada kesadaran pribadi, tetapi terjadi melalui paksaan, ancaman bahkan tindakan kekerasan lainnya dengan maksud mengubah pilihan warga(Kharisma, 2015).

Konsumsi internet penduduk kelompok usia 15 hingga 34 tahun jauh lebih tinggi dibanding kelompok usia yang lebih tua. Hal ini menunjukkan ketergantungan generasi milenal terhadap internet yang tinggi. Penelitian ini juga menyebutkan bahwa generasi berusia 15-24 tahun lebih menyukai topik pembicaraan yang terkait music, film, olahraga, dan teknologi. Dan yang berusia antara 25 hingga 34 tahun lebih menyukai topik pembicaraan yang bervariatif. Milenial dianggap sebagai generasi yang tidak peduli pada permasalahan politik, karena jumlah yang bergabung pada partai politik yang relatif sedikit dan cenderung tidak menggunakan hak pilih mereka dalam Pemilu. Generasi milenial ini tidak berminat pada proses dan persoalan politik, serta memiliki tingkat kepercayaan yang rendah pada politisi serta sinis terhadap berbagai lembaga politik dan pemerintahan (Juditha & Darmawan, 2018).

Sumber : http://www.pearltrees.com/danuaji88/item298620778