Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Perkemihan

Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Perkemihan

Berkemih tidak mudah bagi sebagian besar wanita dalam 24 jam pertama pasca persalinan. Beberapa wanita merasa tidak ingin kencing sama sekali, yang lain merasa ingin kencing tetapi tidak bisa melakukannya, dan mungkin ada yang lain masih bisa kencing tetapi disertai dengan rasa nyeri dan terbakar.
Beberapa alasan mengapa fungsi kandung kemih menjadi kerja keras pasca persalinan, antara lain :
1.      Kapasitas menahan kandung kemih meningkat karena tiba-tiba kandung kemih punya banyak ruang untuk mengembang, sehingga kebutuhan untuk berkemih menjadi jarang.
2.      Kandung kemih mungkin mengalami trauma atau memar selama proses persalinan karena tekanan yang ditimbulkan oleh fetus dan menjadi lumpuh sementara.
3.      Obat/anestesi bisa mengurangi kepekaan kandung kemih atau kewaspadaan ibu memahami sinyal tersebut.
4.      Sensitivitas daerah yang mengalami episolotomi bisa menimbulkan rasa terbakar atau nyeri saat berkemih.
5.      Faktor psikologis
Pengosongan kandung kemih sangat penting untuk menghindari infeksi saluran kencing.hilangnya kekencangan otot di kandung kemih karena terlalu tegang (kandung kemih yang terlalu penuh) bisa menghalangi turunnya rahim dengan baik. Miksi disebut normal bila dapat buang air kecil spontan 3-4 jam. Ibu diusahakan mampu buang air kecil sendiri, bila tidak maka dilakukan tindakan dengan :
1.      Pastikan ibu mendapat banyak cairan
2.      Dirangsang dengan mengalirkan air keran di dekat klien
3.      Kompres air hangat di atas simfisis
4.      Sambil sik bath, ibu disuruh kencing
Bila hal tersebut tidak berhasil, maka dilakukan kateterisasi. Hal ini dapat membuat klien merasa tidak nyaman dan resiko saluran kencing tinggi. Oleh sebab itu, kateterisasi tidak dilakukan sebelum lewat 6-8 jam postpartum.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai adanya infeksi saluran kencing adalah:
1.      Setelah 24 jam postpartum, berkemih masih sulit
2.      Jumlah urin yang keluar sedikit dalam beberapa hari berikutnya
3.      Rasa nyeri dan/atau terbakar saat berkemih terus berlanjut bahkan setelah sensifitas episiotomi atau perbaikan luka koyak sudah berkurang.
4.      Frekuensi dan keinginan untuk kencing yang hanya sedikit.
5.      Demam sekitar 38°C – 41°C
6.      Sakit pinggang ringan pada satu atau kedua sisi.

Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan untuk menanganinya adalah :

1.      Ibu meperoleh minum atau cairan extra lebih banyak.
2.      Untuk mengurangi rasa nyeri/terbakar, ibu dapat dianjurkan buang air kecil dengan cara berdiri.
3.      Jika infeksi sudah dipastikan, rujuk, dokter akan memberikan perawatan antibiotik khusus untuk organisme penyebab infeksi.
Sistem gastrointestinal selama kehamilan dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya tingginya kadar progesteron yang dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh, meningkatkan kolestrol darah, dan melambatkan kontraksi otot-otot polos. Pasca melahirkan, kadar progesteron juga mulai menurun. Namun demikian, faal usus memerlukan waktu 3-4 hari untuk kembali normal.