PPI Delft Kutuk Keras Kebohongan Akademik

PPI Delft Kutuk Keras Kebohongan Akademik

PPI Delft Kutuk Keras Kebohongan Akademik

PPI Delft Kutuk Keras Kebohongan Akademik

Sehubungan dengan kasus pelajar Indonesia di Belanda, Dwi Hartanto, yang melakukan pembohongan publik

, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda komisariat Delft mengeluarkan surat pertanyaan mengenai insiden kebohongan salah satu pelajar di Delft, Belanda, yaitu Dwi Hartanto. ’’Saya tidak bisa berkomentar, lebih lanjutnya kami sudah mengeluarkan surat pernyataan sikap,’’ kata M Shiddiq Sumitro, ketua PPI Delft.

Dalam surat pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu (4/10) tersebut, PPI Delft menegaskan sikapnya yang mengutuk keras segala bentuk pembohongan publik, khususnya yang terjadi di bidang akademik.

Dalam surat tersebut juga dituliskan, pihak PPI Delft bersama beberapa perwakilan alumn

i telah melakukan koordinasi dengan KBRI Den Haag terkait mediasi antara Dwi Hartanto, TU Delft dan pihak-pihak yang terlibat. Tidak lupa PPI Delft juga menekankan pada seluruh anggotanya untuk menjunjung tinggi kode etik akademik, demi menjaga integritas pribadi, lembaga, bangsa, dan negara.

Sebelumnya seperti yang diberitakan, pelajar Indonesia di Belanda, Dwi Hartanto

yang merupakan mahasiswa PhD TU Delft telah melakukan pembohongan publik. Dwi melakukan beberapa kebohongan publik dengan mengaku pencapaiannya dalam bidang teknologi kedirgantaraan {Aerospace Engineering) seperti teknologi roket, satelit, dan pesawat tempur.

Sebelum itu, Dwi mulai muncul di media pada 2016 silam, tepatnya pada acara Visiting World Class Professor yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional, dalam acara tersebut, lebih dari 40 orang peneliti diaspora yang mengajar dan meneliti di berbagai negera. (*)

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/vokal-dan-konsonan.html