TINJAUAN UMUM KONSEP AUDIT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

TINJAUAN UMUM KONSEP AUDIT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

TINJAUAN UMUM KONSEP AUDIT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

TINJAUAN UMUM KONSEP AUDIT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
TINJAUAN UMUM KONSEP AUDIT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

. Konsep dan Tinjauan Umum Audit Sistem Informasi Akuntansi

1. What ( Apa yang dimaksud Audit Sistem Informasi Akuntansi?)
Audit Sistem Informasi Akuntansi
Merupakan suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk mengetahui apakah suatu sistem informasi dan sumber daya terkait, secara memadai telah dapat digunakan untuk:

• Melindungi atas aktiva,
• Menjaga integritas dan ketersediaan sistem dan data,
• Menyediakan informasi yang relevan dan handal,
• Mencapai tujuan organisasi dengan efektif,
• Menggunakan sumber daya dengan efisien
Tujuan Audit Sistem Informasi dapat dikelompokkan ke dalam dua aspek utama, yaitu:
• Conformance (Kesesuaian) – Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian, yaitu : Confidentiality (Kerahasiaan), Integrity (Integritas), Availability (Ketersediaan) dan Compliance (Kepatuhan).
• Performance (Kinerja) – Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja, yaitu : Effectiveness (Efektifitas), Efficiency (Efisiensi), Reliability (Kehandalan).
2. Why (Mengapa perlu audit sistem informasi akuntansi?)
1. Kerugian akibat kehilangan data.
Data yang diolah menjadi sebuah informasi, merupakan aset penting dalam organisasi bisnis saat ini. Banyak aktivitas operasi mengandalkan beberapa informasi yang penting. Informasi sebuah organisasi bisnis akan menjadi sebuah potret atau gambaran dari kondisi organisasi tersebut di masa lalu, kini dan masa mendatang. Jika informasi ini hilang akan berakibat cukup fatal bagi organisasi dalam menjalankan aktivitasnya.
Sebagai contoh adalah jika data nasabah sebuah bank hilang akibat rusak, maka informasi yang terkait akan hilang, misalkan siapa saja nasabah yang mempunyai tagihan pembayaran kredit yang telah jatuh tempo. Atau juga misalkan kapan bank harus mempersiapkan pembayaran simpanan deposito nasabah yang akan jatuh tempo beserta jumlahnya. Sehingga organisasi bisnis seperti bank akan benar-benar memperhatikan bagaimana menjaga keamanan datanya.
Kehilangan data juga dapat terjadi karena tiadanya pengendalian yang memadai, seperti tidak adanya prosedur back-up file. Kehilangan data dapat disebabkan karena gangguan sistem operasi pemrosesan data, sabotase, atau gangguan karena alam seperti gempa bumi, kebakaran atau banjir.

Sumber : https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/seva-mobil-bekas/