TUJUAN PERCOBAAN

TUJUAN PERCOBAAN

Mempelajari reaksi reduksi ion besi (III) secara fotokimia dan mempelajari pemanfaatan cetak biru

  1. LANDASAN TEORI

Jenis-jenis radiasi yaitu elektromagnetik dan perikel. Reaksi kimia akibat dua jenis radiasi tersebut dikenal dengan sebagai reaksi kimia atau fotokimai. Perbedaan jenis reaksi akibat reaksi tidak begitu tajam mengakibatkan ionisasi dan bila ini terjadi maka terjadi maka reaksi yang masuk kedalam kategori reaksi radiasi tersebut. Dipihak lain bila radiasi tersebut. Dipihak lain bila radiasi tersebut sampai mengakibatkan ionisasi, maka reaksi yang terjadi masuk dalam reaksi fotokimia (Mulyani dan Hendrawan, 2003: 178).

Fotokimia adalah salah satu cabang ilmu kimia yang berkaitan dengan rekasi kimia yang dihasilkan oleh cahaya terutama radiasi ultraviolet (ultralembayung) dan juga dapat diartikan sebagai dua peristiwa yang berhubungan dengan efek kimia dari cahaya. Sedangkan fotokatalis adalah zat yang menggalakkan reaksi yang dikatalis cahaya (Mulyono, 2006: 255).

Reaksi fotokimia merupakan reaksi kimia yang menggunakan cahaya untuk mendekomposisi polutan organik didalam air dengan cara menyerap cahaya untuk memutuskan ikatan dari senyawa-senyawa kimia. Cahaya dapat berupa panjang gelombang dan bersifat sebagai partikel dimana cahaya merupakan gabungan dari ayunan elektrikal terhadap arah prapagasi dari gelombang. Cahaya dapat digunakan sebagai pemacu terjadinya rekasi kimia untuk mendapatkan seleksi transformasi yang luas pada dekomposisi polutan didilam air. Beberapa reaksi kimia sebenarnya tidak mungkin terjadi karena selain bila memakai reaktan konvensional. Hal ini dapat terjadi karena selain memancarkan radiasi inframerah dan cahaya tampak, matahari juga memancarkan radiasi ultraviolet (UV). Radiasi ultraviolet tersebut mempunyai kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan terjadinya reaksi kimia (Yulianto dkk, 2012: 2).

Fotokatalis adalah suatu bahan yang mampu mempercepat laju reaksi oksidasi maupun reksi melalui reaksi fotokimia serta bersifat semikonduktor. Semikonduktor jika terkena sinar UV atau sinar matahari dengan energi foton yang sama atau lebih besar dari energi eksitasi elektronnya akan membentuk elektron di pita konduksi dan hole di pita valensi (Wulandari dkk, 2014: 241).

Sumber cahaya dapat digolongkan dua, yaitu sinar matahari dan cahaya buatan. Radiasi ultraviolet matahari adalah energi elektromagnetik dengan panjang gelombang antara 0,2-0,4 mikron dan mempunyai energi lebih besar dibanding cahaya tampak. Pada dasarnya, tingkat kerusakan pada paparan radiasi UV tergantung dari kuantitas dan jenis radiasi yang dipaparkan. Dimana semakin pendek panjang gelombang radiasi maka energi yang dihasilkannya semakin besar yang berarti tingkat kerusakannya juga semakin tinggi. Sumber cahaya buatan untuk reaksi fotokimia dapat berasal dari lampu yang tersedia pada variasi luas mulai dari lampu bohlam tungsten-filamen sederhana samapi lampu dengan pancaran bunga api listrik merkuri (Yulianto dkk, 2012: 2).

Besi merupakan jenis logam yang kelimpahannya dialam nomor dua setelah aluminium. Sebagian besar besi berada dalam bentuk hematite Fe2O3, magnetit Fe3O4, dan siderite FeCO3. Logam besi mudah larut dalam asam-asam mineral encer. Dengan asam-asam non oksidator dan bebas udara, besi akan larut menjadi ion besi (II), sedangkan jika ada udara atau digunakan asam-asam oksidator akan dihasilkan besi (III) (Tim Dosen Kimia Anorganik, 2017: 13).

Besi yang murni adalah logam berwarna putih-perak, yang kukuh dan liat. Ia melebur pada 1535 . Jarang terdapat besi komersial murni; biasanya besi mengandung sejumlah kecil karbida, silisida, fosfida, dan sulfida dari besi, serta sedikit grafit. Zat-zat pencemar ini memainkan peranan penting dalam kekuatan struktur besi. Besi dapat dimagnitkan. Asam klorida encer melarutkan besi, pada mana dihasilkan garam-garam besi (II) dan gas hidrogen.

 

Sumber :

https://obatpenyakitherpes.id/apple-dituntut-gara-gara-perlambat-kinerja-iphone-lama/