Usia Tidak Menghalangi Meraih Gelar Akademis dan Akan Buka Praktek Konselor

Usia Tidak Menghalangi Meraih Gelar Akademis dan Akan Buka Praktek Konselor

Usia Tidak Menghalangi Meraih Gelar Akademis dan Akan Buka Praktek Konselor

Usia Tidak Menghalangi Meraih Gelar Akademis dan Akan Buka Praktek Konselor

Usia Tidak Menghalangi Meraih Gelar Akademis dan Akan Buka Praktek Konselor

Yang Gustiah Zen, S.Pd, MM, Kons  merupakan Putri ketujuh dari Yml. ayahanda Mohd. Zain Zainoeddin

dan ibunda Zainar Galib. Sebagai seorang  istri dan ibu dari 4 orang putranya,  Hj. Yang Gustiah  Zen, S.Pd, MM, Kons  juga melakukan tugas sebagai Ketua DPD. Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia (HISPPI-PNF) Provinsi Jambi.

Dirinya sekaligus juga dipercaya menjabat Koordinator Wilayah I Sumatera untuk Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepri dan Sumatera Barat oleh DPP. Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia (HISPPI-PNF) Periode 2017-2022.

Dalam kesibukan beliau tersebut dan sudah memasuki masa pension sejak Mei 2018 lalu, istri dari Wawan Kurnia ini masih menyempatkan diri untuk kuliah di sebuah Universitas ternama di Padang yaitu Universitas Negeri Padang (UNP) dengan mengambil Program Pendidikan Profesi Konselor Jurusan Bimbingan dan Konseling.

Bahkan saat ini telah diwisuda pada tanggal 14 September 2019 dengan Predikat Sangat Memuaskan serta berhak menyandang gelar Konselor (Kons). Melalui kesemptan ini dirinya juga tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Prof.Dr. Prayitno, M.Sc,Ed. selaku  Guru Besar Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Padang  yang telah mensuport saya baik moril maupun materil.

Dengan diraihnya gelar Konselor ini, Yang Gustiah dapat membuka praktek secara mandiri sebagai Konselor

di tempat tinggalnya. Selain secara mandiri Yang juga akan melayani konseling melalui online dengan bidang layanan antara lain Bidang Pengembangan Pribadi, Sosial,  Belajar, Karir, dan Kehidupan Keluarga.

Hj. Yang Gustiah Zen, dikarunia 4 orang putra dan putri, yang sulung bernama  M. Pandu Afian,SE, nomor dua M. Qorizan Afian, Am.Kl, yang ketiga seorang perempuan Tria Fiana, SE dan yang bungsu M. Anhario Afian,SH.

Dihubungi melalui telepon selulernya, Hj. Yang mengatakan bahwa selanjutnya ke depan insya Allah  akan menjalin kerjasama dengan instansi terkait dengan cara misalnya melakukan kegiatan  outbound  bagi peserta Prajabatan, Diklatpim ataupun kegiatan pelatihan lainnya yang dilaksanakan setiap tahun atau beberapa tahun sekali.

“Sebelumnya kami juga sudah coba memulai pembicaraan dan menawarkan program ini ke IPDN Jati Nangor.

Alhamdulillah disambut baik, Tapi karena sesuatu dan lain hal belum bisa terlaksana,” aku Yang saat dihubungi kemarin.                                Dikatakannya, outbound  adalah  suatu bentuk dari  pembelajaran segala ilmu terapan yang disosialisasikan  dan  dilakukan  di alam terbuka atau tertutup dengan bentuk  permainan  yang  efektif,  yang  menggabungkan  antara  intelegensia, fisik dan mental.

Dalam  banyak  momentum diakuinya outbound  sering  dipesan  oleh  perusahaan, baik  perusahaan  besar  maupun  perusahaan  kecil. Pemesanan  oleh mereka lebih  banyak  dari  pada  pemesanan  oleh  instansi  pemerintah. Artinya secara  tidak  langsung  sebenarnya  para  pemesan  sudah  paham, ada kepentingan melaksanakan outbound  bagi  tim  mereka.

 

Pentingnya Outbound bagi Instansi Pemerintah

SEBAGAI  pegawai  yang  nantinya  akan  menduduki  posisi  dan  jabatan  yang   sebagian  besar  berbeda  antara  yang  satu  dengan  yang lain. Jabatan dan kedudukan  juga  memiliki  tingkatan  masing-masing.

Dalam  satu instansi  pada  umumnya  terdiri  dari  kepala instansi,  dimana  kepala instansi  adalah  sebagai  kedudukan  yang  tertinggi,  diikuti  dengan  kepala bidang, kepala seksi  pada  urutan  berikutnya.

Kemudian  kepala  bidang akan  membawahi  beberapa  Kepala  Seksi,  kemudian  kepala   seksi akan  membawahi  beberapa  pelaksana.  Dalam  mengurus   masing-masing  yang  sudah ditetapkan,  lazim  dan  umumnya  sering  akhirnya  menghadirkan gap di dalamnya.

 

Baca Juga :