Waspada hoaks alat deteksi letusan gunung dan bencana akhir tahun

Waspada hoaks alat deteksi letusan gunung dan bencana akhir tahun

Waspada hoaks alat deteksi letusan gunung dan bencana akhir tahun

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukenali dua hoaks yang disebarkan melalui media sosial dan pesan pendek atau short messaging system (SMS).

Kementerian Kominfo, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu malam, menyatakan bahwa hoaks tersebut tentang alat deteksi letusan gunung dan bencana akhir tahun.

Hasil penelusuran Direktorat Pengendalian Direktorat Jenderal Aplikasi

Informatika Kementerian Kominfo dengan mesin AIS itu ditemukan usai peristiwa tsunami di Pantai Barat Provinsi Banten dan Lampung Selatan pada tanggal 22 Desember 2018 Pukul 21.27 WIB.

1. Hoaks alat deteksi letusan gunung
Beredar konten di media sosial yang menampilkan sebuah alat di Desa Selat Duda yang disebut dapat mendeteksi letusan gunung dalam kurun waktu 2 jam sebelum meletus.

Konten itu dibantah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo menyatakan alat tersebut merupakan sirine untuk memberi peringatan dini saat ada bahaya dari letusan Gunung Agung dan tidak dapat digunakan untuk mendeteksi letusan gunung.

2. Hoaks SMS peringatan bencana akhir tahun

Beredar SMS dari nomor +6281803016426 yang menyampaikan agar warga Indonesia berjaga-jaga mulai tanggal 21 sampai akhir bulan Desember 2018 karena akan terjadi bencana.

Dalam pesannya, pengirim mengakui pesan itu disampaikan anggota BMKG.

Hal tersebut langsung dibantah BMKG dengan menyatakan pesan tersebut adalah hoaks.

Melalui Twitter resmi, BMKG menyebutkan pesan tersebut

dikirimkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Warga dipersilahkan melanjutkan aktivitasnya seperti biasa sambil tetap mengecek informasi cuaca selama libur Natal dan Tahun Baru.

sumber :

https://ruangseni.com/seva-mobil-bekas/